Jakarta, CNN Indonesia —
Harga minyak mentah dunia bergerak relatif stabil pada perdagangan Senin (12/1). Kombinasi antara potensi gangguan pasokan dari Iran dan tambahan suplai dari Venezuela membuat pergerakan harga minyak cenderung tertahan pada awal pekan ini.
Mengutip Reuters, harga minyak mentah Brent turun tipis 5 sen ke level US$63,29 per barel. Sementara West Texas Intermediate (WTI) melemah 6 sen menjadi US$59,06 per barel.
Meski demikian, kedua kontrak tersebut menguat lebih dari 3 persen sepanjang pekan lalu, mencatatkan kenaikan mingguan terbesar sejak Oktober. Kenaikan itu terjadi seiring meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap situasi politik di Iran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Analis menilai pasar masih cenderung menahan respons meski risiko Politik Global meningkat. Kepala riset energi MST Marquee, Saul Kavonic, mengatakan pasar masih menunggu bukti nyata gangguan pasokan sebelum mendorong harga naik lebih tinggi.
“Pasar mengatakan tunjukkan gangguan pasokan sebelum merespons secara material,” ujar Kavonic.
Kerusuhan sipil di Iran dilaporkan Sebelumnya menewaskan lebih dari 500 orang. Sementara analis ANZ menyebut adanya seruan mogok kerja di sektor minyak yang berpotensi mengancam Sampai saat ini 1,9 juta barel per hari Perdagangan Keluar Negeri minyak Iran.
Pemimpin Negara Amerika Serikat Donald Trump Bahkan disebut Sebelumnya berulang kali mengancam Nanti akan melakukan intervensi Bila Tindak Kekerasan terhadap demonstran terus berlanjut. Trump dijadwalkan bertemu penasihat senior untuk membahas opsi kebijakan terkait Iran.
Di sisi lain, tekanan Fluktuasi Harga minyak tertahan oleh rencana kembalinya Perdagangan Keluar Negeri Venezuela. Trump menyatakan pemerintah Caracas Nanti akan menyerahkan Sampai saat ini 50 juta barel minyak yang terkena Hukuman kepada Amerika Serikat setelah Pemimpin Negara Nicolas Maduro lengser.
Langkah tersebut memicu perlombaan di antara perusahaan minyak untuk menyiapkan kapal dan operasi pengangkutan dari pelabuhan Venezuela yang mengalami keterbatasan infrastruktur.
Perusahaan perdagangan minyak Trafigura menyebut kapal pertamanya diperkirakan mulai memuat minyak Venezuela dalam waktu satu pekan ke depan.
(ldy/pta)
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA
