Suzuki Penarikan Kembali Grand Vitara di Indonesia Masalah Indikator BBM


Jakarta, CNN Indonesia

Suzuki Indomobil Sales (SIS) melakukan Penarikan Kembali untuk Grand Vitara yang dijual di Indonesia karena masalah spidometer. Sebanyak 148 unit terlibat dalam kampanye ini, pemilik diharapkan membawanya ke bengkel resmi Suzuki untuk pemeriksaan dan penggantian komponen bila diperlukan.

Pemeriksaan dilakukan untuk komponen indikator level bahan bakar dan lampu peringatan yang terdapat di Speedometer Assy Comb. Menurut SIS indikator itu berpotensi mengalami penyimpangan akurasi.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dampak masalah ini bagi pengemudi Didefinisikan sebagai mendapat informasi yang salah pada indikator dengan sisa bahan bakar yang Pada dasarnya di dalam tangki.

“Mengingat unit yang dipasarkan di Indonesia Bahkan merupakan bagian dari produksi global tersebut, Suzuki Indonesia merasa Sangat dianjurkan untuk segera menjalankan kampanye Product Quality Update ini demi menjaga keselamatan serta standar kualitas produk kami,” kata Hariadi, Asst. to Aftersales Department Head of Service SIS di keterangan resminya, Rabu (28/1).


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebanyak 148 Grand Vitara yang termasuk dalam Penarikan Kembali ini merupakan produksi Desember 2024 Sampai saat ini April 2025.

Konsumen yang Pernah terjadi membeli SUV mild-hybrid Pembelian Barang dari Luar Negeri CBU dari India ini diimbau melakukan pengecekan status Penarikan Kembali situs resmi atau melalui layanan Halo Suzuki pada nomor 0800-1100-800 (bebas pulsa 24 jam) atau melalui Whatsapp Halo Suzuki yaitu 0811-1993-0800.

“Kami mengimbau pelanggan yang unitnya masuk dalam daftar pengecekan untuk tidak menunda kunjungan ke bengkel,” ujar Hariadi.

Proses pengecekan awal disebut membutuhkan waktu hanya 30 menit. Seandainya teknisi menemukan kondisi yang memerlukan penggantian komponen Speedometer Assy Comb maka total waktu maksimal pengerjaan diperkirakan tidak sampai 1 jam.

(fea)



Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA

Exit mobile version