loading…
SIAL Food & Drinks Indonesia 2026 hadirkan 500 lebih merek dari 16 negara dan wilayah, sekaligus pertemukan produsen, pemasok, distributor, peritel, serta pembeli profesional dari Indonesia dan berbagai pasar internasional. Foto/Dok
Melalui platform business-to-business/B2B, SIAL Food & Drinks Indonesia 2026 menghubungkan para pemangku kepentingan di sepanjang rantai industri F&B. Platform ini membuka peluang untuk Memperluas jejaring perdagangan, menjajaki kemitraan strategis, Mendukung pertukaran produk dan teknologi, serta Mengoptimalkan akses ke pasar lintas negara.
Direktur Jenderal Pengembangan Penjualan Barang ke Luar Negeri Nasional Kementerian Perdagangan (Kemendag), Fajarini Puntodewi menyoroti, SIAL Food & Drinks Indonesia 2026 sebagai platform strategis untuk mempertemukan pelaku usaha Indonesia dengan mitra internasional. Pameran ini Bahkan menjadi momentum untuk Memperluas akses pasar dan Mengoptimalkan daya saing produk makanan dan minuman Indonesia di pasar global.
“Indonesia memiliki potensi besar dalam industri makanan dan minuman, sebagaimana tercermin dari kinerja Penjualan Barang ke Luar Negeri makanan olahan nasional yang terus menunjukkan pertumbuhan positif. Pada periode Januari-Agustus 2026, nilai Penjualan Barang ke Luar Negeri makanan olahan Indonesia mencapai USD 4,49 miliar, meningkat 13,47% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya,” ungkapnya.
Baca Bahkan: Park Hyatt Jakarta Suguhkan Masters of Food and Wine
“Pertumbuhan ini menunjukkan semakin kuatnya daya saing produk makanan Indonesia di pasar global sekaligus membuka peluang untuk Memperluas jangkauan pasar internasional. Kehadiran SIAL Food & Drinks Indonesia 2026 dapat kita jadikan momentum untuk membangun hubungan Usaha jangka panjang dan menghasilkan kerja sama yang konkret,” demikian disampaikan Fajarini dalam sambutannya.
Sementara itu Managing Director SIAL Network – ASEAN & India, Henri Tan menyampaikan, bahwa industri F&B Indonesia memiliki potensi yang sangat besar, didukung oleh pasar domestik yang luas, sumber daya pertanian yang melimpah, serta ekosistem kewirausahaan yang dinamis. Ia menekankan peran pameran ini dalam menjembatani pelaku usaha lokal dengan peluang pasar global.
“Industri F&B Indonesia tidak hanya dikenal sebagai pasar konsumen yang besar, tetapi Bahkan memiliki posisi strategis sebagai pusat produksi dan Penjualan Barang ke Luar Negeri di kawasan Asia Tenggara. Sekalipun, menjangkau pembeli internasional dan menembus pasar luar negeri masih menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (Usaha Kecil Menengah),” terangnya.
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA











