Bisnis  

Hadapi El Nino serta Bencana, Pemerintah Perkuat Swasembada Air dari Papua Sampai sekarang Nusa Tenggara

loading…

Berbagai infrastruktur disiapkan, mulai dari sistem penyediaan air minum (SPAM), sumur bor, jaringan perpipaan, teknologi pengolahan air payau, Sampai sekarang pembangunan bendungan di kawasan Indonesia Timur. Foto/Dok Kementerian PU

JAKARTA – Pemerintah Memanfaatkan ketahanan dan swasembada air di kawasan Indonesia Timur , mulai dari Papua, Maluku Sampai sekarang Nusa Tenggara. Berbagai infrastruktur disiapkan, mulai dari sistem penyediaan air minum (SPAM), sumur bor, jaringan perpipaan, teknologi pengolahan air payau, Sampai sekarang pembangunan bendungan.

Langkah ini menjadi semakin mendesak di tengah kemarau 2026 yang masih berdampak pada ketersediaan air di Sebanyaknya wilayah. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam prakiraan periode 13-19 Oktober 2026 menyebut kondisi kering belum sepenuhnya berakhir, Sekalipun hujan mulai turun secara lokal di sebagian Papua.

Di Papua, dampak kekeringan dirasakan masyarakat Mimika dan Papbar. Pada 7 Oktober 2026, BAZNAS Mimika masih mendistribusikan air bersih kepada warga SP 5 yang selama ini sebagian mengandalkan air hujan. Baca Bahkan: Kementerian PU Ajak Perkuat Kolaborasi Ke arah Indonesia Swasembada Air 2025

Sementara itu mata air dan sumur warga Kampung Weri, Fakfak Timur, mulai mengering. Tim Ekspedisi Patriot Kementerian Transmigrasi bersama kepolisian turun mendistribusikan air sekaligus memperbaiki akses Ke arah sumber air. Kondisi tersebut mendorong pemerintah mempercepat pembangunan infrastruktur air yang disesuaikan dengan karakteristik wilayah, mulai dari pegunungan, pesisir, rawa Sampai sekarang pulau-pulau kecil.

Papua Percepat Infrastruktur Air Bersih

Di Papua Selatan, swasembada air menjadi bagian dari agenda strategis nasional melalui pembangunan Kawasan Swasembada Pangan, Energi, dan Air Nasional (KSPEAN) di antaranya di Wanam, Kabupaten Merauke.

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Sampai sekarang Juli 2026 Pernah terjadi membangun sekitar 44 kilometer saluran irigasi primer dari target 135,4 kilometer di Kawasan Sentra Produksi Pangan Merauke. Sekalipun kebutuhan air rumah tangga Bahkan menjadi perhatian.

Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo pada 5 Oktober 2026 mengungkapkan Sebanyaknya rawa dan sungai yang tidak dipengaruhi pasang surut mulai mengering. Pemerintah daerah Pernah terjadi mengupayakan sumur bor di Sebanyaknya distrik dan kampung.

Baca Bahkan: Dampingi Kepala Negara Resmikan Lima Bendungan, AHY: Perkuat Swasembada Pangan, Air dan Energi

Ke depan, pemanfaatan air permukaan melalui teknologi pengolahan atau water treatment Bahkan Berencana dikembangkan untuk mengurangi ketergantungan terhadap air tanah. “Memang ini menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah provinsi maupun kabupaten,” kata Apolo.

Di Papua Tengah, Pemerintah Kabupaten Mimika Memperkaya SPAM di 13 Tempat yang tersebar di empat distrik, Didefinisikan sebagai Kwamki Narama, Kuala Kencana, Wania, dan Mimika Baru. Pembangunan jaringan distribusi utama dan sambungan rumah tersebut mendapat dukungan 1.724 batang pipa hibah dari PT Freeport Indonesia.

Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA