Jakarta, CNN Indonesia —
Seiring bertambahnya usia, otak mengalami berbagai perubahan yang dapat memengaruhi fungsi kognitif, daya ingat, dan kemampuan belajar.
Salah satu temuan terbaru menunjukkan, bahwa Tips sederhana seperti mengurangi asupan kalori ternyata bisa Menyediakan manfaat besar bagi kesehatan otak dalam jangka panjang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilansir Science Alert, berikut penjelasan mengenai diet rendah kalori bisa bantu cegah penuaan otak.
Manfaat diet rendah kalori untuk otak
Sebuah studi jangka panjang pada monyet rhesus yang dilakukan oleh peneliti dari Universitas Boston, menemukan bahwa diet rendah kalori sekitar 30 persen lebih sedikit dari konsumsi normal dapat Membantu menjaga fungsi otak tetap lebih sehat.
Temuan ini Bahkan dinilai relevan untuk mencegah risiko penyakit yang terkait penuaan otak, seperti Alzheimer. Penelitian tersebut menganalisis otak 24 monyet yang selama lebih dari 20 tahun diberi diet rendah kalori atau diet standar.
Hasilnya, monyet dengan asupan kalori lebih sedikit menunjukkan komunikasi saraf yang lebih baik dan perlindungan otak yang lebih kuat. Pada monyet yang diet rendah kalori, kondisi mielin yaitu lapisan lemak yang melindungi serabut saraf lebih terjaga.
Gen pembentuk mielin lebih aktif, jalur metabolisme bekerja lebih efisien, dan sel penghasil mielin berfungsi lebih optimal. Hal ini mengurangi tanda-tanda penuaan otak yang biasanya muncul seiring usia.
Temuan ini penting karena degenerasi mielin berkaitan dengan penurunan fungsi kognitif serta risiko penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer dan Parkinson.
Dalam beberapa tahun terakhir, kerusakan mielin semakin sering muncul pada orang dengan gangguan memori, sehingga perbaikan kondisi mielin lewat pola makan menjadi topik menarik bagi para peneliti.
Meski penelitian ini dilakukan pada monyet, struktur otaknya memiliki banyak kesamaan dengan manusia. Para peneliti menilai hasil ini berpotensi berlaku Bahkan pada manusia, meski dibutuhkan penelitian lanjutan.
Mereka Bahkan mengingatkan bahwa penuaan otak dipengaruhi berbagai faktor, termasuk tidur dan stimulasi mental.
(avd/juh)
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA
