Ada Bibit Siklon-Monsun Asia, Cuaca Ekstrem Intai RI Sepekan ke Depan


Jakarta, CNN Indonesia

Intensitas hujan di Sebanyaknya wilayah Indonesia meningkat signifikan dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini diprakirakan bakal bertahan Sampai sekarang sepekan ke depan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat hujan dengan intensitas lebat terjadi di wilayah NTB (83,58mm/hari), Maluku (70,4 mm/hari), Sulsel (63,4 mm/hari), Bali (61,5 mm/hari), Banten (60,2 mm/hari), Jabar (54,8 mm/hari), dan Sulbar (50,1 mm/hari).


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut BMKG ada Sebanyaknya faktor yang memengaruhi kejadian ini.

Pertama, kemunculan dua bibit siklon tropis, 91S dan 92P, yang terpantau di Samudra Hindia selatan NTB dan Teluk Carpentaria, membentuk dan Mengoptimalkan konvergensi di wilayah selatan Indonesia, seperti Jawa, Bali, NTB, Maluku bagian selatan, hinga Papua Selatan bagian selatan.





Kemudian, aktifnya monsun Asia yang membawa suplai massa udara lembap dari Laut China Selatan ke wilayah Indonesia melalui Selat Karimata dan diperkuat dengan seruakan dingin (cold surge) dari dataran tinggi Siberia melewati ekuator Sampai sekarang ke Pulau Jawa.

“Aliran monsun Asia ini berkontribusi signifikan terhadap peningkatan pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia bagian selatan,” jelas BMKG dalam informasi yang diunggah di Instagram, Jumat (23/1).

Lantas, bagaimana prediksi cuaca di Indonesia dalam sepekan ke depan?

BMKG mengungkap bahwa pelbagai dinamika atmosfer sepekan ke depan turut memengaruhi kondisi cuaca di Indonesia.

Hasil analisis BMKG mengungkap El Niño-Southern Oscillation (ENSO) menguat pada fase La Nina lemah, dengan Southern Oscillation Index (SOI) cenderung positif, yang berpotensi menambah uap air dan pembentukan awan hujan di Indonesia bagian timur.

Kemudian, Bibit Siklon Tropis 92P terpantau Di waktu ini Bahkan posisinya berada di sekitar Teluk Carpentaria selatan Papua Selatan dengan kecepatan angin maksimum sekitar sistem mencapai 15 knot (28 km/jam) dan tekanan udara 1008 hPa.

Menurut BMKG potensi bibit ini menjadi siklon tropis dalam 24-72 jam ke depan tergolong rendah. Justru begitu, aktifnya bibit siklon ini menyebabkan peningkatan angin Sampai sekarang lebih 25 knot di Laut Banda, Laut Arafuru, Maluku bagian selatan-tenggara, dan Papua Selatan bagian selatan.

Bibit ini Bahkan memicu konfluensi dan konvergensi di Laut Timor-Papua Selatan bagian selatan dan sekitar sistem.

Kemudian, monsun Asia disertai Cross Equatorial Northerly Surge (CENS) Diprediksi menguat, yang menyebabkan massa udara lembap lebih Mudah melintasi ekuator Ke arah wilayah selatan Indonesia. Dampaknya, potensi cuaca ekstrem di Sumatera bagian selatan, Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara Berniat meningkat.

Trend Populer Madden-Jullian Oscillation (MJO) Bahkan diprakirakan aktif melintasi perairan timur Lampung-Lampung, perairan Kepulauan Seribu dan Pulau Seribu, NTB-NTT, serta Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara.

Lalu Gelombang Rossby Ekuator aktif di Samudra Hindia barat Sumut Sampai sekarang Lampung. Sementara itu, Gelombang Kelvin aktif di Sumut, Sumatera, Barat, Riau, Kepri, Samudra Hindia barat Sumut-Sumbar, Selat Malaka, dan perairan Dumai-Bengkalis.

“Kondisi atmosfer di atas Membantu peningkatan aktivitas konvektif dan pertumbuhan awan hujan sehingga memicu potensi cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas Di waktu ini Bahkan sedang Sampai sekarang lebat yang dapat disertai kilat/petir, angin kencang, serta gelombang laut tinggi di Sebanyaknya wilayah Indonesia dalam sepekan ke depan,” jelas BMKG.

Prospek cuaca sepekan

Menurut BMKG, cuaca di Indonesia sepekan ke depan didominasi oleh kondisi hujan ringan Sampai sekarang hujan lebat. Justru, hujan Di waktu ini Bahkan sedang Sampai sekarang sangat lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang masih hadir dengan kategori siaga Bahkan berpotensi di Sebanyaknya wilayah.

Berikut daftar wilayah berpotensi diguyur hujan dan angin kencang pada periode sepekan ke depan:

Hujan Di waktu ini Bahkan sedang

– Sumsel
– Bengkulu
– Jabar
– Gorontalo
– Sulteng
– Maluku
– Papua Tengah
– Papua Pegunungan
– Papua

Hujan lebat-sangat lebat

– Lampung
– Jateng
– DI Yogyakarta
– Jatim
– Bali
– NTB
– NTT

Hujan ekstrem

– Banten
– DKI

Angin kencang

– Kepri
– Kepulauan Babel
– Bali
– NTB
– NTT

[Gambas:Instagram]

(dmi/dmi)


Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA

Exit mobile version