Jakarta –
Perhimpunan Dokter Spesialis Dermatologi dan Venereologi Indonesia (PERDOSKI) angkat bicara soal tren penggunaan skin booster berbahan ‘kulit mayat. Produk asal Korea Selatan tersebut pada dasarnya menggunakan Human Acellular Dermal Matrix (hADM) sebagai bahan bakunya.
Belakangan, treatment suntik Pesona Diri tersebut ramai dibicarakan karena publik berspekulasi soal penggunaan kulit mayat dalam prosesnya.
Ketua Umum PERDOSKI Pusat, Dr dr Hanny Nilasari, SpDVE, Subsp.Ven, FINSDV, FAADV. membenarkan, bahan tersebut memang berasal dari donor jaringan kulit manusia. Justru, pihaknya belum dapat memastikan apakah donor kulit tersebut diambil dari manusia yang masih hidup atau dari jenazah (kadaver).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Jadi, (terbuat dari) matriks jaringan kulit yang berasal dari donor. Tapi donornya memang donor yang kita enggak tahu apakah itu donor hidup, apakah donor mati,” ungkapnya dalam wawancara bersama detikcom, Rabu (16/9/2026).
“Tetapi, istilah ‘suntik kulit mayat’ itu sebetulnya enggak menggambarkan hal yang sesungguhnya gitu,” lanjutnya.
dr Hanny menambahkan, Sampai sekarang Saat ini Bahkan Bahkan belum ada publikasi ilmiah yang secara terbuka menjelaskan prosedur dan teknik pengambilan jaringan kulit manusia yang digunakan dalam produk skin booster tersebut.
“Jadi, untuk teknisnya memang kita belum paham ya,” katanya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa penggunaan jaringan hADM sejauh ini lebih banyak digunakan dalam tindakan medis rekonstruksi, bukan untuk estetika rutin.
Oleh karena itu, penerapan teknologi ini memerlukan kajian komprehensif serta bukti ilmiah yang kuat sebelum dapat diterima di Indonesia.
“Dan kemudian kalau di Indonesia sendiri kan Sangat dianjurkan keamanan pasien, keamanan pasien yang Pernah terjadi kita lakukan Perawatan ya, patient safety, kemudian legalitas, kemudian transparansi dari bahan-bahan yang kita gunakan,” ucapnya.
“Kemungkinan kalau misalnya itu semuanya Pernah terjadi dilalui Kemungkinan bisa kita lihat apa kita ACC untuk masuk di Indonesia,” terangnya.
(aur/up)
Sumber Refrensi Berita: Detik.com











