Jakarta, CNN Indonesia —
Di tengah tindakan keras imigrasi pemerintahan Kepala Negara Donald Trump dan penahanan Sebanyaknya turis di berbagai perbatasan, Sebanyaknya negara Pada saat ini memperingatkan warganya Supaya bisa berhati-hati saat bepergian ke Amerika Serikat (AS).
Kementerian Jerman mengeluarkan peringatan yang mengingatkan warganya bahwa visa AS maupun penunjukan Sistem Elektronik untuk Otorisasi Perjalanan (ESTA) tidak dapat menjamin masuk ke Negeri Paman Sam atau tidak adanya masalah di perbatasan. ESTA diperoleh oleh turis yang datang ke AS untuk kunjungan singkat.
Kementerian Jerman menyampaikan kepada warga negara: bahwa keputusan akhir berada di tangan otoritas perbatasan AS.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Keputusan akhir tentang apakah seseorang dapat memasuki AS berada di tangan otoritas perbatasan AS,” kata juru bicara Jerman pada 19 Maret lalu, seperti dilansir The Tribune.
Peringatan itu muncul karena warga negara Jerman Fabian Schmidt Di waktu ini ditahan di pusat penahanan Rhode Island sejak dihentikan di Bandara Internasional Boston Logan pada 7 Maret lalu, sementara seniman tato Jessica Brösche menghabiskan lebih dari sebulan menunggu deportasi di Fasilitas Penahanan Otay Mesa di San Diego.
Sementara Brösche diduga berencana bekerja secara ilegal saat melintasi perbatasan dari Meksiko, Schmidt memiliki kartu hijau yang sah dan Pernah terjadi tinggal di AS sejak 2008.
Keluarga yang Pernah terjadi berhubungan dengan Schmidt selama penahanannya mengatakan bahwa ia “diinterogasi dengan kasar” selama berjam-jam, ditelanjangi, dan disiram air dingin oleh dua petugas yang menanyai niatnya saat memasuki AS.
Sementara Kementerian Jerman tidak menyebut panduan baru tersebut sebagai peringatan perjalanan resmi, panduan tersebut mengingatkan warga untuk berhati-hati terhadap ketidakpastian dan perubahan Bersahabat dari kebijakan imigrasi Trump.
“Hukuman pidana di Amerika Serikat, informasi palsu mengenai tujuan tinggal, atau bahkan sedikit perpanjangan visa saat masuk atau keluar dapat menyebabkan penangkapan, penahanan, dan deportasi saat masuk atau keluar,” bunyi pernyataan eksplisit dalam halaman kementerian untuk perjalanan ke AS.
Di tengah pernyataan berulang Trump yang menyebut Kanada sebagai “negara bagian ke-51” dan persyaratan baru bagi warga Kanada yang berkendara untuk mendaftar di portal daring yang belum diluncurkan, Global Affairs Canada Bahkan memperingatkan warga Kanada yang bepergian ke AS untuk memahami setiap pembaruan aturan imigrasi sebelum bepergian.
Kanada kepada warga negara: ‘Keputusan untuk bepergian merupakan tanggung jawab penuh pelancong’ “Setiap negara memutuskan siapa yang memasuki perbatasannya,” kata Global Affairs Canada dalam pernyataannya.
Sementara peringatannya difokuskan pada wabah campak di beberapa bagian Texas dan negara bagian selatan lainnya, pemerintah Meksiko Bahkan mengeluarkan panduan baru bagi warga negara yang pergi ke AS pada bulan Februari lalu.
“Sebelum bepergian, pastikan Anda memiliki jadwal Imunisasi lengkap,” bunyi nasihat pemerintah Meksiko. “[Tingkat] risiko tertular campak Merupakan Tengah bagi orang yang pergi ke Texas.”
(wiw)
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA