Realme Mulai Pengurangan Tenaga Kerja Karyawan Usai ‘Balikan’ dengan Oppo


Jakarta, CNN Indonesia

Realme dilaporkan mulai melakukan pemutusan hubungan kerja (Pengurangan Tenaga Kerja) di India. Hal ini terjadi tak lama setelah pabrikan ponsel ini kembali menjadi sub-brand di bawah naungan Oppo.

Menurut berbagai laporan, realme tidak lagi membutuhkan banyak karyawan, karena jaringan pemasaran dan layanan Berencana disediakan oleh Oppo.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Karyawan ritel dan manajer penjualan dilaporkan Berencana tetap bertugas selama satu atau dua bulan ke depan.

Melansir 9to5google, seorang eksekutif mengatakan kepada outlet bahwa realme meminta mereka untuk mengundurkan diri dengan batas tanggal 30 April.





Tidak jelas bagaimana merger realme dan Oppo secara keseluruhan Berencana berdampak pada smartphone realme, tetapi hal tersebut tidak terdengar seperti masa depan yang cerah bagi karyawan.

Di sisi lain, pengguna realme kemungkinan Berencana mendapat manfaat karena Oppo memiliki lebih banyak pusat layanan dan dukungan perangkat lunak Mungkin sekali Berencana lebih baik.

Sebelumnya, realme kembali berada di bawah naungan Oppo usai lepas dari perusahaan tersebut selama lebih dari 7 tahun.

Pengumuman kembalinya realme menjadi sub-brand di Oppo ini disampaikan pada Rabu (7/1).

Melansir Reuters, langkah ini bertujuan untuk menggabungkan sumber daya dan mengurangi biaya bagi kedua perusahaan yang memiliki induk perusahaan yang sama.
Smartphone realme Pada Saat ini Bahkan dijual di Sebanyaknya negara seperti India, Asia Tenggara termasuk Indonesia, dan Eropa. Realme dimiliki oleh raksasa perangkat keras konsumen China, BBK Electronics, yang Bahkan memiliki merek smartphone Oppo dan Vivo.

Dalam sebuah laporan yang dikutip dari GSM Arena, pendiri dan CEO realme, Sky Li, Berencana tetap memegang tanggung jawabnya dan Berencana memimpin sub-merek realme di bawah manajemen Oppo dalam penyesuaian organisasi ini.

Laporan ini Bahkan menyebut Oppo berencana untuk Mengoptimalkan kolaborasi internal antara Oppo, realme, dan merek anak perusahaan lainnya, OnePlus, sambil Bahkan Mengoptimalkan pengelolaan sumber daya dan strategi ekspansi global Oppo.

Di bawah manajemen baru, Oppo Berencana berperan sebagai merek utama, sementara OnePlus dan Realme Berencana beroperasi sebagai sub-merek pelengkap dengan strategi pemasaran masing-masing.

(lom/dmi)


Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA

Exit mobile version