Psikolog Ungkap Pentingnya Bermain untuk Kecerdasan Anak


Jogja –

Bermain bukan sekadar aktivitas untuk mengisi waktu luang anak. Psikolog klinis, Cania Mutia dalam sesi talkshow Morinaga Door Of Future ‘Dunia Generasi Platinum Advance Intelligence Lab’ di Pakuwon Mall Yogyakarta mengatakan, di balik permainan, anak dapat belajar berkomunikasi, bersosialisasi, Sampai sekarang mengembangkan kemampuan berpikir dan menyusun strategi.

“Karena ternyata bermain itu satu hal yang sangat penting. Bermain Merupakan salah satu konteks penting bagi perkembangan. Karena ternyata dari bermain yang terarah anak Bahkan Kemungkinan cerdas,” kata Cania, Jumat (9/10/2026).

Cania mencontohkan permainan sederhana seperti petak umpet. Meski terlihat hanya sebagai aktivitas bermain bersama teman, anak Pada dasarnya belajar menyusun strategi ketika menentukan tempat persembunyian Supaya bisa tidak ditemukan.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Kita sih bilangnya cuma petak umpet ya gitu. Tapi padahal di situ mereka belajar strategi. Biasanya sembunyinya di mana. Nah, ternyata bermain tuh anak belajar banyak banget gitu,” ucapnya.

Ditambah lagi, interaksi dengan teman sebaya Bahkan Menyediakan kesempatan bagi anak untuk belajar berkomunikasi, bersosialisasi, dan mengenal kosakata baru.

“Di situ mereka belajar komunikasi, belajar bersosialisasi, bahkan Bahkan Kemungkinan belajar bahasa dari kata-kata yang didapatnya dari anak tetangga,” ungkap Cania.

Menurut Cania, orang tua memiliki peran dalam Menyediakan lingkungan yang Unggul tinggi dan Membantu Supaya bisa anak dapat mengeksplorasi berbagai hal melalui permainan. Sekalipun, orang tua Bahkan Harus Menyediakan ruang bagi anak untuk belajar secara mandiri tanpa Berlebihan mengintervensi.

“Sebagai orang tua kita punya tanggung jawab untuk memilihkan lingkungannya apa nih yang Membantu anak gitu. Tapi bisa didapatkan dengan bermain yang terarah. Asalkan orang tuanya jangan terlalu mengintervensi. Kita Bahkan Harus Menyediakan kebebasan anak untuk belajar,” terangnya.

Ia menilai pembelajaran tidak Harus Setiap Saat dilakukan dengan duduk diam di kursi. Anak Bahkan dapat mengembangkan kemampuan melalui permainan yang terarah, selama tetap diberikan kebebasan untuk mencoba dan menemukan Trik mereka sendiri.

“Jadi memang pembelajaran itu bisa didapatkan tidak hanya dengan duduk diam di kursi. Tapi bisa didapatkan dengan bermain yang terarah. Asalkan orang tuanya jangan terlalu mengintervensi,” jelas Cania.

Cania menambahkan, orang tua Harus memberi kesempatan kepada anak untuk mengeksplorasi lingkungan dan menemukan pengalaman baru. Dengan begitu, proses bermain tidak hanya menjadi kegiatan menyenangkan, tetapi Bahkan bagian dari upaya Membantu perkembangan kecerdasan anak.

“Jadi kita Bahkan Harus Menyediakan kebebasan anak untuk belajar. Sebagai orang tua kita punya tanggung jawab untuk memilihkan lingkungannya apa nih yang Membantu anak,” pungkasnya.

(akn/ega)

Sumber Refrensi Berita: Detik.com

Exit mobile version