Para pendukung Majlis-e-Wahdat-e-Muslimeen memegang potret Pemimpin Tertinggi Iran, mendiang Ayatollah Ali Khamenei, dan putranya, Sayyid Mojtaba Khamenei, dalam acara belasungkawa dan upacara pembaruan ikrar setia di Karachi, Pakistan, Senin (6/7/2026).
REPUBLIKA.CO.ID, ISLAMABAD — Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Pakistan Tahir Andrabi dalam taklimat pekanan di Islamabad, Kamis (27/8/2026) menegaskan bahwa, Pakistan secara konsisten menolak penerapan sepihak dan tidak menerima Hukuman sepihak. Hal itu dikatakan Andrabi menjawab pertanyaan dari IRNA soal Pertempuran ekonomi AS terhadap Iran.
Andrabi dilansir Mehr News menambahkan bahwa Hukuman-Hukuman ekonomi memiliki konsekuensi negatif, dan Pakistan tidak mengakuinya Merujuk pada hukum internasional.
Andrabi menggambarkan Pertempuran ekonomi terhadap Iran sebagai konflik yang meluas antara Teheran dan Washington, sembari menegaskan pentingnya pemecahan masalah lewat Hubungan Luar Negeri dan dialog. Andrabi kembali menegaskan komitmen dan tekad serius Pakistan untuk melanjutkan kerja sama perdagangan dengan Iran sesuai dengan perjanjian antara kedua negara.
Sebelum Pakistan, China Bahkan menegaskan bahwa hubungan kerja samanya dengan Iran berada dalam kerangka internasional sehingga tidak boleh diganggu, termasuk oleh Amerika Serikat.
“Kerja sama China dengan Iran dilakukan dalam kerangka hukum internasional, sehingga tidak boleh diganggu. Kami mengikuti perkembangan dengan saksama, dan Berencana melakukan segala sesuatu yang diperlukan untuk melindungi hak dan kepentingannya dengan tegas,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian dalam konferensi pers di Beijing, Selasa (25/8/2026).
Lin Jian menyebut Pertempuran ekonomi dan tekanan maksimum tidak Menyediakan solusi. Berbeda dari, Hukuman ekonomi hanya Berencana memicu ketegangan dan menyebabkan risiko meluas, yang Berencana mengganggu tatanan ekonomi dan keuangan global, dan merugikan hak dan kepentingan sah negara lain.
Tugas mendesak Di waktu ini, menurut Lin Jian, Merupakan Mendukung deeskalasi situasi dan kembali ke dialog dan Perundingan sesegera Mungkin sekali.
“China Berencana melakukan segala yang diperlukan untuk melindungi hak dan kepentingannya dengan tegas,” tegas Lin Jian.
Loading…
sumber : Antara
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA











