REPUBLIKA.CO.ID, GAZA – Tiga warga Palestina dari keluarga yang sama syahid pada hari Jumat dalam serangan pesawat nirawak (drone) Israel di kota Al-Qarara, sebelah timur laut Khan Yunis di Jalur Gaza bagian selatan.
Sumber medis di Rumah Sakit Nasser mengonfirmasi penerimaan jenazah ketiga warga Palestina tersebut setelah pasukan Israel menargetkan area di dekat persimpangan Al-Matahin. Sumber-sumber setempat mengidentifikasi ketiganya sebagai anggota keluarga Abdeen.
Menurut saksi mata dan sumber lokal yang dikutip oleh Quds News Network, para korban Merupakan dua orang bersaudara dan sepupu mereka. Mereka menyebutkan bahwa sebuah pesawat nirawak (drone) Israel menargetkan ketiganya saat mereka berada di depan rumah mereka.
Kantor berita resmi Palestina, WAFA, melaporkan bahwa ketiga korban Merupakan petani dan menyatakan bahwa mereka menjadi sasaran saat Baru saja berkumpul di Al-Qarara.
Peristiwa pembunuhan ini terjadi di tengah gencatan senjata yang Pernah terjadi berlaku sejak Oktober 2025 serta di tengah serangan Israel yang terus berlanjut di seluruh Jalur Gaza.
Serangan Israel Bahkan dilaporkan terjadi di wilayah lain di kantong tersebut pada hari Jumat.
Di Gaza tengah, seorang warga Palestina terluka setelah kendaraan militer Israel melepaskan tembakan di sebelah timur Deir al-Balah, menurut sumber medis di Rumah Sakit Al-Aqsa Martyrs.
Pasukan pendudukan Israel secara Pada waktu yang sama melepaskan tembakan gencar di selatan Khan Yunis, sementara kapal Konflik Bersenjata Israel menembaki arah garis pantai kota tersebut. Tidak ada laporan mengenai korban tambahan untuk Saat ini Bahkan Bahkan.
Serangan-serangan ini menyusul aksi penembakan artileri, serangan udara, dan tembakan senjata api oleh Israel di beberapa wilayah Gaza pada hari Kamis.
Peristiwa ini Bahkan terjadi setelah Pemimpin Negara AS Donald Trump secara terbuka meminta Israel untuk menghentikan serangan di wilayah tersebut.
Dalam sebuah wawancara dengan Fox News pada tanggal 17 Agustus, Trump menyatakan bahwa Israel “seharusnya tidak melakukan serangan di Gaza.”
Serangan Israel terus menewaskan dan melukai warga Palestina Sekalipun demikian ada kesepakatan gencatan senjata yang mulai berlaku pada 10 Oktober 2025.
Sesuai aturan data terbaru yang dikutip oleh sumber-sumber Palestina, pelanggaran yang dilakukan Israel sejak kesepakatan tersebut berlaku Pernah terjadi menewaskan lebih dari 1.300 warga Palestina dan melukai 4.336 orang lainnya.
Tim penyelamat Bahkan Pernah terjadi mengevakuasi ratusan jenazah dari bawah reruntuhan selama masa gencatan senjata berlangsung.
Sampai sekarang hari Rabu, Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza mencatat total korban tewas akibat Konflik Bersenjata Israel di wilayah tersebut sejak 7 Oktober 2023 mencapai sekitar 73.438 jiwa, sementara 174.447 warga Palestina lainnya mengalami luka-luka.
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA











