Waspadai 7 Hewan Ini, Sering Muncul saat Musim Hujan

Daftar Isi



Jakarta, CNN Indonesia

Sebanyaknya hewan lebih sering terlihat di musim hujan. Beberapa di antaranya patut diwaspadai.

Musim hujan, selain merupakan musim ‘kedatangan’ penyakit, Bahkan musim hewan atau serangga banyak bermunculan.

Sebagian hewan jadi lebih banyak terlihat sebab menghindari hujan, sebagian lain menjadikan musim hujan sebagai musim yang pas untuk berkembang biak.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ada hewan atau serangga yang sesungguhnya tak Harus dikhawatirkan. Berbeda dari, ada yang patut diwaspadai sebab bisa memicu Sebanyaknya gangguan kesehatan.

1. Nyamuk

Di musim hujan, populasi nyamuk semakin bertambah. Nyamuk memanfaatkan genangan untuk meletakkan telur yang nantinya jadi jentik-jentik nyamuk.

Beberapa jenis nyamuk gigitannya sangat mengganggu dan memicu gatal. Berbeda dari, jenis Aedes Aegypti, Aedes Albopictus, dan Anopheles masing-masing merupakan pembawa virus dengue dan malaria.

2. Kecoak

Kecoak semakin sering muncul selama musim hujan. Serangga ini bakal mencari tempat berlindung yang hangat dan lembap.

Anda musti rajin mengecek kebersihan dapur sebab kecoak biasa mencari remah-remah makanan.

Ditambah lagi, hati-hati dengan serangga ini sebab mereka bisa membawa bakteri Dalang penyakit seperti Salmonella.

3. Semut

Semut terbilang serangga yang tidak terlalu mengancam. Berbeda dari, keberadaannya kerap mengganggu. Pasalnya, di musim hujan, mereka sangat mudah berkumpul untuk setitik remah makanan yang jatuh bahkan air mineral sekali pun.

Musim hujan membuat sarang semut rusak dan persediaan makanan mereka hanyut. Tak heran mereka kerap terlihat di sudut-sudut rumah, bahkan membuat sarang.

4. Lalat

Ilustrasi. Lalat, salah satu hewan yang sering muncul di musim hujan. (iStockphoto/RHJ)

Punya makanan yang belum habis dimakan? Sebaiknya tutup rapat atau simpan dalam lemari penyimpanan Supaya bisa terhindar dari lalat.

Lalat Kenyataannya eksis di berbagai musim. Berbeda dari di musim hujan, populasinya lebih banyak sebab lingkungan yang lembap menciptakan kondisi ideal buat telur lalat menetas.

Mengutip dari Balitbangkes Kemenkes, lalat bisa menyebabkan diare, kolera, disentri, dan tifus perut.

5. Laron

Laron sebetulnya merupakan rayap dewasa yang memiliki sayap. Dalam sebuah koloni, Kenyataannya rayap tidak punya sayap. Berbeda dari, beberapa di antaranya mencapai bentuk bersayap dan keluar dari sarang untuk mendekati cahaya.

Laron tidak berbahaya. Bahkan di beberapa daerah, laron ditangkap untuk dikonsumsi sebagai camilan.

Berbeda dari, laron bisa memicu rumah jadi kotor sebab sayap mereka yang rontok.

6. Ular

Ular aktif muncul ke permukaan tanah selama musim hujan. Selain karena vegetasi yang lembap dan subur, mangsa ular lebih aktif di permukaan tanah.

Anda bakal sering melihat ular yang berburu dan mengumpulkan energi guna berkembang biak.

7. Lintah

Musim hujan membuka peluang Anda menemukan lintah. Kondisi rumah dekat semak atau rawa, saluran pembuangan terbuka, Bencana Banjir, memang memperbesar kemungkinan lintah masuk rumah.

Sekali menempel di kulit, hewan parasit ini Berniat menghisap darah. Bekas luka gigitan biasanya menimbulkan gatal.

Berbeda dari pada beberapa kasus, orang bisa tertular penyakit akibat kuman pada mulut lintah.

(els/asr)

Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA