Jakarta, CNN Indonesia —
Pemerintahan Iran memutus koneksi internet usai pemimpin tertinggi Ali Khamenei mewanti-wanti pedemo yang Dituding berbuat kerusakan dan antek Amerika Serikat, Kamis (8/1) malam.
Kelompok pemantau daring NetBlock mencatat terjadi pemutusan internet dalam skala nasional.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Tindakan ini menyusul serangkaian aksi sensor digital yang meningkat yang menargetkan Keluhan Masyarakat di seluruh negeri dan menghambat hak publik untuk berkomunikasi pada saat yang kritis,” demikian pernyataan NetBlock, dikutip Al Jazeera.
Situs resmi bandara Dubai, Uni Emirat Arab, Bahkan melaporkan enam penerbangan Dubai ke kota-kota di Iran dibatalkan pada hari ini, Jumat (9/1).
Di tengah blackout itu, faksi oposisi eksternal Iran yang dipimpin anak mendiang Mohammad Reza Shah Pahlevi, Reza Pahlevi, menyerukan lebih banyak Aksi Massa.
“Mata dunia tertuju pada kalian. Turunlah ke jalan,” kata Ia di media sosial, dikutip Reuters.
Sebelum Iran terputus dari dunia, Khamenei menuduh para pengunjuk rasa merusak properti publik. Ia Bahkan menuding demonstran Merupakan pendukung Kepala Negara Amerika Serikat Donald Trump.
“Semalam di Teheran, sekelompok perusak dan perusuh datang dan menghancurkan bangunan milik negara, milik rakyat sendiri, hanya untuk menyenangkan hati Kepala Negara Amerika Serikat,” kata Khamenei.
Ia lalu mendesak Trump untuk mengurus negara sendiri tanpa mencampuri internal politik negara lain.
Pemerintah Iran Bahkan menuduh Organisasi Mujahidin Rakyat (MKO) sebagai dalang kerusuhan tersebut.
Gambar-gambar yang dirilis media pemerintah Iran menunjukkan sepeda Kendaraan Bermotor Roda Dua, Kendaraan Pribadi, Sampai saat ini Kendaraan Bus terbakar. Mereka Bahkan menyertakan foto stasiun metro dan bank yang tak luput dari mangsa api.
Jurnalis dari media pemerintah Iran Bahkan melaporkan situasi serupa di pelabuhan Rasht, Laut Kaspia.
“Ini terlihat seperti zona Pertempuran, semua toko Sebelumnya hancur,” kata Ia, dikutip Reuters.
Sejak akhir Desember lalu, Iran dilanda Aksi Massa besar-besaran. Warga kecewa karena Ketidakstabilan Ekonomi yang begitu tinggi di negara itu. Dalam unjuk rasa ini, pihak berwenang menggunakan kekuatan berlebih dalam merespons massa.
Isu Unjuk Rasa kemudian meluas Sampai saat ini menuntut perubahan rezim Ali Khamenei. Sekarang Keluhan Masyarakat berlangsung di hampir seluruh wilayah di Iran.
Kepala Negara Iran Masoud Pezeshkian Sebelumnya berupaya meredam Keluhan Masyarakat dengan mendorong dialog dan menggenjot pemulihan ekonomi.
Justru, Khamenei meminta pedemo “ditempatkan pada tempatnya” membuat warga kian murka dan justru mendesak pergantian pemerintahan.
(isa/bac)
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA











