Bisnis  

Trump Ancam Getok Tarif 25 Persen ke Negara Mitra Iran


Jakarta, CNN Indonesia

Kepala Negara Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam Berencana mengenakan tarif sebesar 25 persen ke negara-negara yang menjadi mitra Usaha Iran.

Ia menegaskan pungutan tarif 25 persen terhadap produk Perdagangan Masuk Negeri produk dari mitra dagang Iran yang masuk ke AS. Keputusan itu bersifat final dan mengikat, serta segera diterapkan.

“Berlaku segera, negara mana pun yang berbisnis dengan Republik Islam Iran Berencana membayar tarif sebesar 25 persen untuk semua Usaha yang dilakukan dengan Amerika Serikat,” kata Trump dalam sebuah unggahan di Truth Social, Senin (12/1).


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Iran, yang merupakan anggota kelompok produsen minyak OPEC, mengekspor produk ke 147 mitra dagang pada tahun 2022, menurut data terbaru Lembaga Keuangan Internasional.



Adapun negara tujuan Perdagangan Keluar Negeri utama untuk barang-barang Iran antara lain China, Uni Emirat Arab, dan India.

Berbeda dari, klaim Trump di media sosial belum diumumkan secara resmi oleh Gedung Putih. Di situs webnya Bahkan tidak memuat informasi tentang dasar hukum Trump untuk menerapkan kebijakan tarif itu. Gedung Putih Bahkan tidak menanggapi permintaan komentar.

Iran Pernah dikenai Hukuman berat oleh Washington selama bertahun-tahun. Tehran sempat mengalami Pertempuran 12 hari dengan sekutu meesar AS, Israel, pada tahun lalu Sampai saat ini fasilitas nuklirnya dibom oleh militer AS pada Juni 2025.

Saat ini Bahkan, pemerintah Iran tengah menghadapi Aksi Massa anti-pemerintah terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Keluhan Masyarakat kali ini menjadi salah satu ujian terberat sejak Revolusi Islam pada 1979.

AS Pernah terjadi Pernah terjadi Jelas saja ikut campur. Trump mengatakan kemungkinan bertemu dengan pejabat Iran, serta mengaku Pernah berhubungan dengan oposisi pemerintah Iran.

Trump Bahkan terus menekan para pemimpin Iran, termasuk mengancam Berencana melakukan tindakan militer.

“Sekalipun serangan udara Merupakan salah satu dari banyak alternatif yang terbuka bagi Trump, “Politik Luar Negeri Setiap Saat menjadi pilihan pertama bagi Kepala Negara,” kata sekretaris pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, Senin, dikutip Reuters.

Di sisi lain, pihak Iran mengatakan tetap membuka saluran komunikasi dengan Washington.

Gelombang Aksi Massa di Iran dipicu kesulitan ekonomi yang parah, sehingga muncul gerakan menjatuhkan rezim yang berkuasa.

Korban tewas pun berjatuhan. Kemarin, televisi pemerintah Iran menyiarkan prosesi pemakaman bagi orang-orang yang menurut pihak berwenang tewas selama

Di periode kedua menjaba sebagai Kepala Negara AS, Trump sering mengancam pemberlakuka tarif tinggi ke negara lain. Negara-negara yang ‘dihukum’ Trump Merupakan yang kebijakan dagangnya Dituding merugikan AS atau dianggap dekat dengan musuh-musuh AS.

Kebijakan tarif ala Trump yang memicu Pertempuran dagang ini tengah berada di bawah tekanan hukum usai MA AS Pada Saat ini Bahkan sedang mempertimbangkan untuk membatalkan sebagian besar tarif.

(pta)


Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA