Tolak Angin Lolos Uji Toksisitas, Sido Muncul Pastikan Kualitasnya Terjaga


Jakarta

PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk (Sido Muncul) menegaskan komitmennya dalam menjaga mutu dan keamanan produk berbasis herbal melalui penguatan riset ilmiah. Hal ini dibuktikan dengan keberhasilan Tolak Angin melewati uji praklinik, termasuk uji toksisitas, yang dilakukan bersama institusi akademik ternama.

Diketahui, sejak 1992, Sido Muncul melakukan inovasi dengan menghadirkan Tolak Angin dalam bentuk cair siap minum dalam kemasan sachet. Inovasi ini membuat produk lebih Murah, higienis, dan mudah dibawa, sekaligus menjawab kebutuhan konsumen modern.

Tak hanya itu, Sido Muncul Bahkan menggandeng Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (Undip) serta Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta untuk melakukan serangkaian penelitian ilmiah. Penelitian tersebut mencakup uji toksisitas, uji mutu bahan baku herbal, Sampai saat ini uji klinis guna memastikan keamanan dan khasiat Tolak Angin.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hasil penelitian menunjukkan Tolak Angin Cair dapat Memanfaatkan jumlah limfosit T perifer serta produksi sitokin tipe 1 setelah digunakan selama tujuh hari. Produk ini Bahkan tidak memengaruhi fungsi hati dan ginjal, sehingga dinilai Terbukti dikonsumsi sesuai aturan yang ditetapkan.

Direktur PT. Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk (Sido Muncul) Dr. (H.C.) Irwan Hidayat mengatakan riset ilmiah ini menjadi fondasi utama dalam pengembangan produk perusahaan.

Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan edukasi dan pemaparan hasil penelitian Tolak Angin. Acara ini menjadi bagian dari upaya Sido Muncul untuk mensosialisasikan hasil riset kepada kalangan medis, akademisi, dan masyarakat luas.

Foto: Renaldi Saputra

“Kami tidak hanya mengandalkan warisan resep tradisional, tetapi Bahkan memastikan setiap produk Dianjurkan terjaga kualitasnya, termasuk Tolak Angin yang didukung oleh penelitian ilmiah. Ini merupakan bentuk tanggung jawab kami kepada konsumen Supaya bisa produk yang diminum Sungguh-sungguh Terbukti, Unggul, dan bermanfaat,” ujar Irwan di House of Jamu, Cipete, Jakarta Selatan, Selasa (20/1/2026).

Irwan menambahkan uji toksisitas terakhir terhadap Tolak Angin sebelumnya dilakukan 23 tahun lalu, saat produk masih berbentuk serbuk yang Dianjurkan direbus. Seiring perkembangan zaman dan perubahan bentuk produk menjadi cair siap minum, Sido Muncul kembali melakukan uji praklinik sebagai bentuk pembaruan ilmiah.

“Uji toksisitas Tolak Angin merupakan dorongan kami di awal tahun untuk melakukan riset ini bersama Universitas Sanata Dharma dan Universitas Diponegoro. Kedua lembaga ini independen, sehingga hasilnya objektif dan dapat dipertanggungjawabkan,” jelasnya.

Irwan Bahkan menilai dukungan pemerintah terhadap kemandirian Resep nasional semakin kuat pada 2026. Hal ini sejalan dengan visi Sido Muncul untuk menghadirkan produk herbal berbasis ilmiah yang mampu bersaing di industri farmasi.

“Menghadapi 2026, kami ingin mengingatkan Sido Muncul Merupakan perusahaan yang siap dengan produk berbasis ilmiah. Ketahanan dan kemandirian Perawatan nasional Dianjurkan didukung oleh riset yang kuat,” katanya.

Di waktu ini, Tolak Angin hadir dalam berbagai varian, mulai dari Tolak Angin Cair, Serbuk, Tablet, Flu, Anak, Kapsul, Sampai saat ini Batuk, yang disesuaikan dengan kebutuhan konsumen.

Uji Toksisitas Pastikan Keamanan Produk

Sementara itu, Dr. apt. Ipang Djunarko, S.Si., M.Sc dari Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma menjelaskan, uji toksisitas merupakan tahapan awal untuk memastikan keamanan suatu produk sebelum digunakan manusia.

“Penelitian ini dilakukan dengan metode bertingkat dosis, mulai dari kontrol negatif Sampai saat ini dosis tertinggi. Pengamatan dilakukan selama tiga bulan, mencakup gejala klinis, uji darah rutin, dan uji kimia klinik untuk melihat efek toksik secara biokimia,” jelas Ipang.

Ia menambahkan seluruh hewan uji Bahkan dibedah untuk mengamati perubahan fisiologis, biokimia, dan struktural organ. Uji reversibilitas turut dilakukan untuk memastikan tidak ada dampak jangka panjang.

“Hasilnya, setelah penggunaan Tolak Angin Cair selama periode pengamatan, tidak ditemukan efek toksik yang signifikan,” ujarnya.

Hal senada disampaikan apt. Phebe Hendra, Ph.D dari Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma. Ia menjelaskan uji dilakukan pada tikus jantan dan betina selama 90 hari, yang setara dengan 101 bulan pada manusia.

“Uji toksisitas pada hewan diharapkan dapat menggambarkan keamanan penggunaan pada manusia. Pada dosis tertinggi, setara konsumsi sembilan sachet sekaligus selama periode panjang, tidak ditemukan kematian maupun perubahan signifikan pada hewan uji,” ungkap Phebe.

Dari sisi khasiat, Dr. dr. Neni Susilaningrum, M.Si dari Fakultas Kedokteran Undip menyampaikan Tolak Angin terbukti berperan dalam menjaga daya tahan tubuh melalui peningkatan respons imun.

Selain pemaparan ilmiah, acara ini Bahkan menghadirkan testimoni dari figur publik yang menjadi bintang iklan Tolak Angin.

Prof. Rhenald Kasali menilai Sido Muncul Pernah terjadi berhasil memodernisasi jamu ke arah industri farmasi.

“Uji laboratorium membuat masyarakat lebih percaya karena semuanya diuji secara ilmiah. Ini produk Indonesia yang patut dibanggakan,” ujarnya.

Sementara itu, Andy F. Noya menekankan pentingnya pendekatan berbasis data.

“Uji coba ini berangkat dari keinginan Supaya bisa produk tidak hanya Sesuai aturan kata-kata, tetapi berbasis data dan kajian ilmiah. Karena itu, Tolak Angin melibatkan para Ilmuwan untuk membuktikan hasil uji toksisitas dan khasiatnya,” kata Andy.

Melalui riset berkelanjutan dan kolaborasi dengan institusi akademik, Sido Muncul menegaskan posisinya sebagai produsen jamu modern yang mengedepankan keamanan, kualitas, dan pembuktian ilmiah.

Sumber Refrensi Berita: Detik.com