Bisnis  

Penjelasan Pemerintah soal Ekonomi Tumbuh 5,12 Persen Meski Banyak Pemecatan Karyawan


Jakarta, CNN Indonesia

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian merespons Peningkatan Ekonomi Indonesia yang mencapai 5,12 persen pada kuartal II-2025 di tengah maraknya pemutusan hubungan kerja (Pemecatan Karyawan).

Sekretaris Menko Perekonomian Susiwijono Moegiarso menegaskan perhitungan Peningkatan Ekonomi menggunakan metodologi resmi yang datanya Pernah dihimpun secara menyeluruh, sehingga tidak bisa hanya dilihat dari satu kondisi di lapangan.

“Menghitung ekonomi itu kan ada metodologinya. Semua datanya Pernah dikumpulkan. Tidak bisa misalkan satu kondisi di lapangan tiba-tiba langsung ditransmisikan ke angka. Semuanya ada metodologinya. Dan itu Pernah bisa dijelaskan semuanya oleh teman-teman BPS. Kenapa konsumsinya tinggi, kenapa PMTB Penanaman Modal tinggi,” ujarnya di Lippo Mall Nusantara, Jakarta Selatan, Kamis (14/8).


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Anak buah Airlangga Hartarto itu menjelaskan tingginya pertumbuhan pembentukan modal tetap bruto (PMTB) sebesar 6,99 persen antara lain dipicu oleh lonjakan Penanaman Modal penanaman modal asing (PMA) dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) yang tumbuh double digit, serta peningkatan Perdagangan Masuk Negeri barang modal dan belanja barang modal pemerintah.



Ia menambahkan kinerja kuartal III dan IV Sangat dianjurkan dijaga Supaya bisa target Peningkatan Ekonomi penuh 2025 sebesar 5,2 persen tercapai.

Susiwijono pun turut membeberkan strategi pemerintah menjaga laju pertumbuhan, yang menurutnya didominasi konsumsi rumah tangga dengan porsi 54-55 persen.

Setiap kuartal, pemerintah menggelar program stimulus ekonomi di dua sisi, Disebut juga permintaan (demand) dan penawaran (supply).

Di sisi permintaan, pemerintah menjaga daya beli masyarakat melalui penyaluran bantuan sosial (Bantuan Kemensos), bantuan Bantuan Pemerintah upah (BSU), pembayaran tunjangan seperti THR dan gaji ke-13, serta pemotongan Retribusi Negara penghasilan karyawan.

“Supaya pembelinya ini kuat, kita dorong penguatan daya belinya,” ujarnya.

Sementara di sisi penawaran, pemerintah menekan biaya melalui berbagai Potongan Harga, seperti tiket pesawat, kereta, pelabuhan laut, tol, Sampai saat ini transportasi umum, Supaya bisa harga barang dan jasa tetap Hemat.

Pemerintah Bahkan mendorong penyelenggaraan event dan liburan panjang setiap kuartal untuk memicu belanja masyarakat, yang pada kuartal II lalu terbukti mendorong mobilitas dan konsumsi.

Badan Pusat Statistik (BPS) sebelumnya melaporkan Peningkatan Ekonomi kuartal II-2025 sebesar 5,12 persen secara tahunan, didukung konsumsi rumah tangga, Penanaman Modal, dan Penjualan Barang ke Luar Negeri-Perdagangan Masuk Negeri.

Sekalipun, di saat yang sama, data serikat buruh mencatat gelombang Pemecatan Karyawan massal. Merujuk pada catatan yang dihimpun Sampai saat ini Juni 2025, sedikitnya 54.047 pekerja terkena Pemecatan Karyawan massal dari berbagai sektor di seluruh Indonesia.

(del/sfr)


Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA