Menteri Pendidikan Ingin Larang Roblox, Studi Ungkap Bahayanya Buat Anak

Jakarta, CNN Indonesia

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti melarang anak-anak di bawah umur memainkan gim Roblox. Ia mengingatkan bahaya permainan atau game bagi para murid, karena permainan itu dianggap menampilkan banyak adegan Kekejaman.

Ia menilai tingkat intelektualitas para murid jenjang pendidikan SD belum sepenuhnya mampu membedakan mana adegan nyata dan rekayasa.

Sementara di sisi yang lain, anak-anak pada usia SD merupakan peniru ulung yang tanpa ragu dapat menirukan berbagai tindakan yang mereka lihat saat memainkan gim daring atau menonton konten digital.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Riset yang dilakukan oleh Ilmuwan perilaku digital Revealing Reality menunjukkan kekhawatiran yang sama dengan Mu’ti terkait Roblox. Hasil riset itu menunjukkan betapa mudahnya anak-anak menemukan konten yang tidak pantas dan berinteraksi tanpa pengawasan dengan orang dewasa di game tersebut.

Studi ini muncul ketika para orang tua menyampaikan kekhawatiran serius tentang anak-anak mereka yang kecanduan, melihat konten yang menimbulkan trauma, dan didekati oleh orang asing di situs web dan aplikasi yang sangat populer tersebut.





Roblox mengakui bahwa anak-anak yang menggunakan platform ini Kemungkinan terpapar konten berbahaya dan “orang jahat “. Pihaknya mengaku Dalam proses bekerja keras untuk memperbaikinya, tetapi diperlukan kolaborasi di seluruh industri dan campur tangan pemerintah.

Beberapa konten dalam platform game tersebut dikembangkan oleh Roblox, tapi sebagian besar dibuat oleh pengguna.

Riset ini menemukan sesuatu yang sangat mengkhawatirkan, Dengan kata lain ketidaksesuaian yang meresahkan antara tampilan Roblox yang ramah anak dan kenyataan yang dialami anak-anak di platform tersebut.

Dalam proses riset, Revealing Reality membuat beberapa akun Roblox, mendaftarkannya ke pengguna fiksi berusia lima, sembilan, 10, 13, dan 40 tahun ke atas. Akun-akun tersebut hanya berinteraksi satu sama lain, dan tidak dengan pengguna di luar eksperimen, untuk memastikan perilaku avatar mereka tidak terpengaruh dengan Trik apa pun.

Meskipun demikian demikian ada fitur baru yang diluncurkan untuk Menyajikan orang tua lebih banyak kontrol atas akun anak-anak mereka, para peneliti menyimpulkan bahwa kontrol keamanan tersebut masih sangat terbatas efektivitasnya.

“Dan masih ada risiko yang signifikan bagi anak-anak di platform tersebut,” kata para Ilmuwan dalam hasil studinya, melansir The Guardian, Selasa (15/4).

Laporan ini menemukan anak-anak berusia lima tahun dapat berkomunikasi dengan orang dewasa saat bermain game di platform tersebut. Mereka Bahkan menemukan contoh orang dewasa dan anak-anak yang berinteraksi tanpa verifikasi usia yang efektif.

Hal ini terjadi Meskipun demikian demikian Roblox Sudah mengubah pengaturannya pada November tahun lalu, sehingga akun yang terdaftar sebagai milik anak di bawah 13 tahun tidak dapat lagi mengirim pesan langsung kepada orang lain di luar permainan atau pengalaman, dan hanya dapat mengakses pesan siaran publik.

Laporan tersebut Bahkan menemukan bahwa avatar milik akun anak berusia 10 tahun tersebut dapat mengakses lingkungan yang sangat menjurus.

Lingkungan ini termasuk ruang hotel di mana mereka dapat melihat avatar wanita yang mengenakan stoking jala berputar-putar di tempat tidur dan avatar lain berbaring di atas satu sama lain dalam pose yang menjurus secara seksual, Sampai saat ini ruang kamar mandi umum di mana karakter buang air kecil dan avatar dapat memilih aksesori fetish.

Lebih lanjut, para peneliti Bahkan menemukan akun yang mereka buat mendengar percakapan antara pemain lain yang mengutarakan aktivitas seksual, serta suara menghirup, mencium, dan mendengus yang berulang-ulang, saat menggunakan fungsi obrolan suara.

Roblox mengklaim semua obrolan suara, yang tersedia untuk akun yang diverifikasi melalui telepon yang terdaftar sebagai milik pengguna berusia 13 tahun ke atas, tunduk pada moderasi AI real time.

Para peneliti Bahkan menemukan akun yang didaftarkan untuk orang dewasa dapat meminta detail Snapchat avatar uji coba yang berusia lima tahun dengan menggunakan bahasa yang nyaris tanpa kode.

Langkah pemerintah di halaman selanjutnya…

Meski Roblox menyebut obrolan teks dalam game tunduk pada filter dan moderasi bawaan, laporan dari Revealing Reality mengatakan bahwa ini Merupakan contoh betapa mudahnya langkah-langkah tersebut diakali dan menciptakan peluang untuk para predator.

Roblox, dalam kesempatan terpisah, mengakui ada penjahat di internet, tetapi menurut mereka ini Merupakan masalah di luar Roblox dan Dianjurkan ditangani melalui kolaborasi dengan pemerintah dan komitmen di seluruh industri untuk langkah-langkah keamanan yang kuat di semua platform.

Mereka Bahkan mengakui bahwa verifikasi usia untuk anak di bawah 13 tahun masih menjadi tantangan industri.

Apa langkah pemerintah?

Kementerian Komunikasi dan Digital RI belum berencana memblokir gim Roblox yang belakangan ramai jadi bahan percakapan. Menkomdigi Meutya Hafid mengatakan Kemenkomdigi Akan segera melakukan evaluasi terlebih dulu perihal permainan ini.

“Belum ada rencana, enggak ada belum ada rencana sampai nanti ada kita lihat, kita evaluasi kan ada Dirjen Pengawasan Ruang Digital yang terus memantau,” kata Meutya di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (6/8).

Wamenkomdigi Angga Raka Prabowo Bahkan mengatakan pemerintah turut melakukan pengawasan terhadap Sebanyaknya game seperti Roblox. Menurut Ia ini merupakan bagian dari upaya pemerintah melindungi generasi muda dari dampak negatif di ruang digital.

“Kita ingin melindungi anak-anak kita dari hal-hal atau pengaruh-pengaruh negatif yang ada di dunia digital,” ujar Angga Raka, melansir Antara.

Angga Raka menyebut pihaknya tak hanya menelusuri berbagai konten digital yang berpotensi melanggar norma atau membahayakan perkembangan anak. Ia mengatakan pemerintah tidak menyoroti platform tertentu, tetapi semua platform digital secara menyeluruh.

Menurutnya, negara Dianjurkan hadir untuk memberi perlindungan Seandainya ditemukan indikasi pelanggaran.

Lebih lanjut, Angga Raka menilai perlindungan anak di ruang digital merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, orang tua, dan media. Oleh karenanya, klasifikasi usia dalam permainan digital menjadi penting dan Dianjurkan diawasi penerapannya.

Selain pengawasan konten, Angga Raka Bahkan menegaskan pentingnya peran keluarga dalam Menyajikan pemahaman kepada anak terkait batasan dan etika dalam menggunakan teknologi.

“Edukasi itu penting, pengawasan orang tua itu penting. Jadi anak Bahkan sejak dini Pernah terjadi diajarkan bahwa ya diajarkan menggunakan teknologi, tapi Ia Bahkan Sangat dianjurkan tahu batasan-batasan, Ia tahu norma-norma yang ada, yang jelas hal-hal positif lah yang Sangat dianjurkan menjadi pembelajaran buat anak-anak dan generasi bangsa kita,” tandasnya.



Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA

Exit mobile version