Jakarta, CNN Indonesia —
Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menuding Ukraina dalang di balik penembakan Letnan Jenderal Vladimir Alexeyev.
Dalam pernyataan pada Jumat (6/2), Lavrov menyebut Ukraina berupaya membunuh Alexeyev karena ingin mengacaukan proses Perundingan Rusia-Ukraina.
“Zelensky berupaya menggagalkan proses perdamaian,” kata Lavrov, seperti dikutip dari Reuters.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Alexeyev dilarikan ke rumah sakit usai ditembak pada Jumat (6/2) pagi. Seorang pria bersenjata tak dikenal melepas tembakan beberapa kali ke arahnya saat ia berada di apartemennya di ibu kota Moskow.
Alexeyev merupakan Wakil Kepala Badan Intelijen Militer GRU Kementerian Lini pertahanan Rusia.
Sejauh ini, tidak ada informasi mengenai kondisi Alexeyev pascapenembakan. Kementerian Lini pertahanan Rusia menolak berkomentar.
Sebanyaknya laporan yang belum bisa dikonfirmasi menyatakan Alexeyev dalam kondisi kritis karena ditembak dari belakang. Peristiwa itu disebut terjadi ketika ia berada di lobi lift apartemen sekitar pukul 07.00 pagi, demikian dikutip Moscow Times.
Sementara itu, menurut harian Kommersant, Alexeyev terluka di bagian lengan, kaki, dan dada. Pelaku disebut menunggunya Sampai saat ini ia keluar apartemen.
Peristiwa ini merupakan serangan terbaru terhadap para pejabat keamanan Rusia sejak Moskow melancarkan invasi besar-besaran ke Ukraina.
Pada Desember 2024, Letnan Jenderal Rusia Igor Kirillov, yang merupakan Kepala Pasukan Lini pertahanan Nuklir, tewas dalam serangan bom yang melekat pada skuter listrik di luar gedung apartemennya di tenggara Moskow.
Rusia kala itu Bahkan menuduh Ukraina dalang di balik serangan tersebut.
Sejak Desember 2024, total empat pejabat keamanan Rusia tewas karena serangan di ibu kota maupun sekitarnya.
Belum ada pernyataan dari Ukraina mengenai peristiwa terbaru ini.
(blq/sur)
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA





