Jakarta, CNN Indonesia —
Kementerian Luar Negeri Indonesia (Kemlu) mengungkapkan kondisi warga negara Indonesia (WNI) di Iran saat negara tersebut dilanda Protes besar-besaran.
Plt Direktur Pelindungan WNI Kemlu Heni Hamidah mengatakan sejauh ini belum ada informasi warga Indonesia terkena dampak imbas Unjuk Rasa itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“So far belum ada laporan WNI yang terdampak dan kondisi WNI masih baik di sana. Data per Juni 2025 ini WNI kita di sana sebanyak 384,” kata Heni saat konferensi pers di Gedung Palapa, Kemlu, pada Kamis (8/1).
Sementara itu, juru bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang mengatakan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Teheran mengimbau warga negara Indonesia di Iran untuk tetap waspada dan menghindari kerumunan massa.
“Dan yang Tidak mungkin tidak, penting itu, membawa kartu identitas saat bepergian dan terus menghubungi hotline KBRI Teheran Bila membutuhkan sesuatu,” ujar Yvonne dalam konferensi pers itu.
Sejak akhir Desember lalu, Iran dilanda Protes besar-besaran. Warga kecewa karena Ketidakstabilan Ekonomi yang begitu tinggi di negara itu. Dalam unjuk rasa ini, pihak berwenang menggunakan kekuatan berlebih dalam merespons massa.
Isu Unjuk Rasa kemudian meluas Sampai saat ini menuntut perubahan rezim Ali Khamenei. Sekarang Ketidaksetujuan berlangsung di 27 provinsi dan ribuan orang ditangkap.
Kepala Negara Iran Masoud Pezeshkian Pernah berupaya meredam Ketidaksetujuan dengan mendorong dialog dan menggenjot pemulihan ekonomi.
Sekalipun demikian, Khamenei meminta pedemo “ditempatkan pada tempatnya” membuat warga kian murka dan justru mendesak pergantian pemerintahan.
Unjuk Rasa di Iran semakin tak terbendung setelah Amerika Serikat melancarkan agresi ke Venezuela pada 3 Januari lalu. Pada Senin (5/1), Kepala Negara AS Donald Trump mengindikasikan negara Timur Tengah ini Akan segera menjadi target Ia berikutnya.
Foto Trump memegang topi hitam bertuliskan “Make Iran Great Again” diunggah oleh Senator AS Lindsey Graham di X, yang menurut para pengamat menunjukkan bahwa Iran Pernah berada dalam radar Trump.
(isa/bac)
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA











