Begadang Pernah terjadi menjadi bagian dari Pola Hidup banyak anak muda, mulai dari menyelesaikan tugas, bekerja lembur, Sampai saat ini sekadar scrolling tanpa sadar. Supaya bisa tetap terjaga, minuman manis kerap menjadi teman setia, dari kopi susu, matcha, Sampai saat ini minuman kemasan.
Kurangnya waktu istirahat yang ditambah dengan asupan gula berlebih kerap dianggap sepele karena usia masih muda. Padahal kebiasaan ini bisa membebani pengaturan gula darah dalam jangka panjang. Lantas, apa saja dampaknya bagi tubuh?
Efek Kurang Tidur terhadap Gula Darah
Kurang tidur tidak hanya membuat tubuh lelah, tetapi Bahkan mengganggu Tips tubuh mengatur gula darah. Sebanyaknya penelitian yang dipublikasikan dalam Diabetes Care dan The Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism menunjukkan bahwa durasi tidur yang pendek dapat menurunkan sensitivitas insulin, Didefinisikan sebagai kemampuan sel tubuh menyerap gula dari darah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kondisi ini, tubuh Bahkan cenderung memproduksi lebih banyak hormon stres seperti kortisol, yang berperan menjaga kewaspadaan tetapi sekaligus membuat gula dari makanan tidak Gampang oleh sel. Akibatnya, gula lebih lama berada di aliran darah dan lebih mudah menumpuk, sehingga kadar gula darah cenderung meningkat meski jumlah dan jenis makanan yang dikonsumsi tetap sama seperti biasanya.
Ditambah lagi dengan, kurang tidur memengaruhi keseimbangan hormon yang mengatur rasa lapar dan kenyang. Studi klasik yang dimuat dalam PLoS Medicine menemukan bahwa tidur yang tidak cukup berkaitan dengan peningkatan hormon ghrelin pemicu lapar dan penurunan hormon leptin yang memberi sinyal kenyang.
Perubahan ini membuat tubuh lebih mudah “mencari energi Mudah”, termasuk dari minuman manis. Bila pola begadang, kurang tidur, dan asupan gula berlebih terjadi berulang, beban pengaturan gula darah pun semakin berat, terutama dalam jangka panjang.
Risiko Lebih Besar daripada Siang Hari
Saat makanan atau minuman manis masuk ke tubuh, gula Nanti akan diserap ke dalam darah dan memicu pelepasan insulin, hormon yang Mendukung memindahkan gula dari darah ke dalam sel untuk dijadikan energi. Pada siang hari, proses ini relatif berjalan lebih efisien karena metabolisme tubuh berada pada fase aktif. Justru pada malam hari, ritme biologis tubuh secara alami melambat, termasuk kemampuan sel merespons insulin.
Ketika begadang, kondisi ini menjadi lebih kompleks. Kurangnya waktu istirahat membuat tubuh berada dalam mode “terjaga paksa” dan memproduksi lebih banyak hormon stres seperti kortisol. Hormon ini Mendukung tubuh tetap waspada, tetapi sekaligus menghambat kerja insulin. Akibatnya, gula dari makanan atau minuman manis tidak Mudah masuk ke sel dan lebih lama beredar di aliran darah, sehingga lonjakan gula darah lebih mudah terjadi.
Dalam situasi ini, tubuh Bahkan cenderung memprioritaskan energi Mudah untuk menjaga kewaspadaan, bukan untuk mengatur keseimbangan metabolik. Bila pola mengonsumsi makanan atau minuman manis saat begadang terjadi berulang, tubuh terus-menerus dipaksa bekerja dalam kondisi yang tidak ideal. Dari sinilah berbagai gangguan metabolik dapat mulai berkembang.
Bila pola begadang disertai konsumsi gula berlebih berlangsung terus-menerus, kondisi ini dapat Mengoptimalkan risiko resistensi insulin, yaitu keadaan ketika sel tubuh semakin sulit merespons insulin dengan baik. Dalam jangka panjang, resistensi insulin dapat menjadi pintu masuk Ke arah prediabetes Sampai saat ini diabetes tipe 2.
Tips Saat Terpaksa Sangat dianjurkan Begadang
Begadang tidak Setiap Saat bisa dihindari, tetapi Tips menemaninya bisa dibuat lebih Aman untuk gula darah. Langkah pertama Merupakan memperhatikan pilihan minuman. Bila Sangat dianjurkan minuman untuk tetap terjaga, pilih versi tanpa gula atau rendah gula, serta hindari tambahan sirup dan krimer berlebihan. Minuman hangat tanpa pemanis atau dengan pemanis rendah kalori dapat menjadi alternatif yang lebih ramah bagi tubuh.
Ditambah lagi dengan, perhatikan waktu dan porsinya. Minuman manis sebaiknya tidak dikonsumsi berulang sepanjang malam, karena tubuh yang kurang istirahat memproses gula lebih lambat.
Yang tak kalah penting, pilih asupan nutrisi yang memang dirancang untuk Mendukung mengontrol respons gula darah, terutama Bila begadang menjadi kebiasaan. Dengan memilih komposisi yang tepat, begadang tidak Sangat dianjurkan Setiap Saat identik dengan lonjakan gula darah. Kuncinya bukan berhenti total, melainkan lebih sadar pada apa yang diminum, seberapa sering, dan dalam kondisi tubuh seperti apa.
Halaman 2 dari 2
Simak Video “Video: Tidur Unggul Dianjurkan 8 Jam Ternyata Cuma Mitos!“
[Gambas:Video 20detik]
(fti/up)
Sumber Refrensi Berita: Detik.com











