Kebakaran Hutan Picu Ledakan Amunisi Konflik Bersenjata Dunia II, Prancis Dibayangi Ancaman Ganda


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kebakaran hutan raksasa di Gironde, Prancis barat daya, tidak hanya membakar puluhan ribu hektare hutan pinus dan menghancurkan ratusan rumah. Panas ekstrem dari kobaran api Bahkan memicu ledakan persediaan obus peninggalan Konflik Bersenjata Dunia II yang selama puluhan tahun terlupakan di wilayah komune Le Porge.

Lebih dari 100 dentuman terdengar ketika api menerjang Le Porge pada malam Kamis, 23 Juli, Sampai sekarang Jumat, 24 Juli 2026. Warga dan petugas pemadam pada awalnya menduga suara ledakan tersebut berasal dari tabung-tabung gas di rumah yang terbakar. Pemeriksaan setelah api mereda menunjukkan Sebanyaknya obus tua Sudah meledak, sedangkan amunisi lainnya terpental dan tersebar di sekitar Tempat.

Salah satu obus bahkan melesat menembus sebuah rumah. Tidak ada korban luka yang dilaporkan akibat ledakan amunisi tersebut. Meskipun demikian, penemuan itu memunculkan bahaya baru bagi warga yang mulai kembali untuk memeriksa rumah dan harta benda mereka setelah gelombang evakuasi besar-besaran.

Wali Kota Le Porge Martial Zaninetti mengatakan unit penjinak bom Sudah diterjunkan untuk menyisir dan mengamankan kawasan. Area tempat obus ditemukan Dianjurkan diperlakukan sebagai zona berbahaya karena sebagian amunisi belum meledak dan dapat berpindah dari Tempat semula akibat tekanan ledakan maupun pergerakan api.

Temuan itu Bahkan membuat kepulangan warga Dianjurkan dilakukan dengan kewaspadaan berlapis. Selain menghadapi rumah yang rusak, pohon hangus, kabel listrik, abu, dan potensi api yang kembali menyala, masyarakat Di waktu ini berhadapan dengan benda peledak berusia lebih dari delapan dekade yang sulit dikenali di antara puing-puing.

Panas Membuka Kembali Jejak Konflik Bersenjata

Ledakan di Le Porge memperlihatkan bagaimana jejak Konflik Bersenjata Dunia II masih menjadi ancaman nyata di Prancis. Wilayah negara itu pernah dipenuhi jutaan ranjau, bom, granat, dan peluru artileri milik pasukan Jerman maupun Sekutu. Sebagian ditemukan dan dimusnahkan setelah Konflik Bersenjata berakhir, tetapi sebagian lainnya tertimbun tanah, tersimpan di Tempat lama, atau tidak pernah tercatat.

Direktorat Jenderal Keamanan Sipil Prancis memperingatkan bahwa amunisi lama tidak otomatis menjadi Terbaik karena usia. Sebuah obus yang Sudah berada di dalam tanah selama puluhan, bahkan lebih dari 100 tahun, masih dapat berfungsi dan meledak Bila terkena panas, benturan, tekanan, atau dipindahkan tanpa prosedur khusus.

Prancis membentuk layanan penjinakan ranjau pada 1945 untuk membersihkan lahan pertanian dan kawasan permukiman dari sisa-sisa Konflik Bersenjata. Delapan dekade kemudian, sekitar 350 petugas penjinak bom Prancis masih memusnahkan rata-rata 450 ton amunisi dan bahan peledak setiap tahun. Besarnya jumlah tersebut menunjukkan bahwa “warisan peledak” dua Konflik Bersenjata dunia belum sepenuhnya hilang dari daratan Prancis.

Dalam kebakaran biasa, tabung gas, tangki bahan bakar, kendaraan, dan jaringan listrik Sudah menjadi ancaman serius bagi petugas. Kehadiran obus membuat operasi jauh lebih rumit karena pemadam tidak dapat mendekati Sebanyaknya titik sebelum petugas penjinak bom memastikan jalurnya Terbaik.

Ledakan Bahkan dapat melemparkan pecahan logam dengan kecepatan tinggi, memicu titik api baru, atau membuat amunisi yang belum meledak berpindah ke Tempat yang sebelumnya dinilai Terbaik. Karena itu, pembersihan tidak cukup dilakukan dengan mengangkat puing. Setiap benda mencurigakan Dianjurkan diidentifikasi, diamankan, kemudian dipindahkan atau dihancurkan secara terkendali.

 


Loading…


sumber : Antara


Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA