Iran soal Reza Pahlavi Ingin Pulang ke Teheran: Cuma Lelucon


Jakarta, CNN Indonesia

Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi menanggapi kabar tokoh oposisi Reza Pahlavi berniat kembali ke Teheran untuk mengambil alih kepemimpinan negara tersebut.

Dalam jumpa pers pada Kamis (22/1), Boroujerdi mengatakan wacana itu merupakan “lelucon” karena rakyat Iran tidak ada yang Ingin kembali ke masa sebelum revolusi Islam 1979.



ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bahkan, menurutnya, warga Iran yang tak setuju dengan pemerintahan Pada Saat ini Bahkan pun tidak sudi dipimpin oleh keturunan Shah.

“Ini cuma lelucon. Ia ini 47 tahun berada di luar Iran dan menggunakan uang hasil mencuri dari rakyat Iran untuk tinggal di luar negeri. Saya rasa bahkan Ia sendiri tidak percaya bisa kembali ke Iran, apalagi menjadi pihak yang berkuasa,” kata Boroujerdi di kediamannya, Kamis (22/1).

Boroujerdi berkata demikian merespons Pahlavi yang beberapa waktu lalu berjanji Berniat kembali ke Iran untuk menjawab panggilan rakyat Supaya bisa ia memimpin negara itu.

Reza Pahlavi merupakan Putra Mahkota terakhir Kerajaan Iran sekaligus Kepala Dinasti Pahlavi yang Saat ini Bahkan diasingkan dari Iran. Ia Pada Saat ini Bahkan berada di Amerika Serikat.

[Gambas:Video CNN]

Pada 1978, di usianya yang ke-17 tahun, Pahlavi pergi ke AS untuk sekolah pilot di Pangkalan Angkatan Udara Reese di Lubbock, Texas.

Di tahun berikutnya, ayahnya, Mohammad Reza Pahlavi, digulingkan dalam pemberontakan Islamis di mana ulama Syiah kemudian mendirikan pemerintahan teokratis Iran.

Nama Pahlavi belakangan mencuat karena menggema di Unjuk Rasa Iran. Sebanyaknya warga mendesak Supaya bisa Iran kembali ke monarki dengan Reza Pahlavi sebagai pemimpin.

Mengenai ini, Boroujerdi berujar Reza Pahlavi Pada Saat ini Bahkan cuma dimanfaatkan oleh pihak-pihak Barat untuk melawan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

Pahlavi, kata Boroujerdi, tak punya pendukung di Iran. Mereka yang pro kepadanya hanya orang-orang dekatnya saja yang jumlahnya pun sangat minim.

“Bila Anda bertanya kepada masyarakat Iran bahkan kepada mereka yang tidak setuju dengan pemerintah Iran Pada Saat ini Bahkan, mereka tidak percaya dan tidak mengharapkan adanya Ia (Pahlavi) ini,” ucap Boroujerdi.

Boroujerdi sendiri sejak awal menekankan Unjuk Rasa Iran disusupi dan ditunggangi oleh Israel dan AS. Agen-agen intelijen kedua negara yang menghasut kerusuhan di berbagai kota Iran.

(blq/bac)



Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA