Bisnis  

Harga Minyak Naik Tipis di Tengah Konflik AS vs Venezuela


Jakarta, CNN Indonesia

Harga minyak dunia naik tipis pada awal perdagangan Senin (5/1). Penguatan tak lepas dari peningkatan ketegangan politik di Venezuela setelah Pemimpin Negara Amerika Serikat (AS) Donald Trump menangkap Pemimpin Negara Venezuela Nicolas Maduro.

Mengutip Reuters, harga minyak mentah Brent naik 17 sen menjadi US$60,92 per barel. Sementara itu, minyak mentah Amerika Serikat West Texas Intermediate (WTI) menguat 11 sen ke level US$57,43 per barel.

Amerika Serikat dilaporkan membawa Maduro dari Caracas pada akhir pekan lalu. Trump menyatakan Washington Nanti akan mengambil alih kendali negara penghasil minyak tersebut dan menegaskan embargo AS terhadap seluruh minyak Venezuela tetap berlaku penuh.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski demikian, serangan AS terhadap Maduro tidak berdampak pada produksi maupun aktivitas kilang minyak negara itu. Dua sumber yang mengetahui operasi perusahaan minyak negara PDVSA mengatakan industri minyak Venezuela tetap berjalan normal.



Analis menilai, di tengah pasokan minyak global yang melimpah, gangguan tambahan terhadap Produk Ekspor Venezuela tidak Nanti akan Menyediakan dampak besar terhadap harga dalam waktu dekat.

“Kami melihat risiko terhadap harga minyak dalam jangka pendek bersifat ambigu Sekalipun terbatas dari Venezuela, tergantung bagaimana kebijakan Hukuman AS berkembang,” tulis analis Goldman Sachs Daan Struyven dalam catatan.

Kepala riset Barang Dagangan RBC Capital Helima Croft mengatakan pelonggaran penuh Hukuman dapat mendorong peningkatan produksi ratusan ribu barel per hari dalam 12 bulan ke depan, Bila terjadi transisi kekuasaan yang tertib.

“Sekalipun, semua perhitungan bisa berubah dalam skenario pergantian kekuasaan yang kacau seperti yang terjadi di Libya atau Irak,” ujarnya.

Seorang pejabat tinggi Venezuela pada Minggu menyatakan pemerintah tetap solid Membantu Maduro.

Di sisi lain, Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak dan sekutunya (OPEC+) memutuskan untuk mempertahankan tingkat produksi dalam pertemuan mingguan.

Pelaku pasar Bahkan mencermati situasi di Iran setelah Trump pada Jumat mengancam Nanti akan turun tangan dalam penindakan terhadap Protes di negara anggota OPEC tersebut, yang Mengoptimalkan ketegangan Politik Global.

Kelompok pembela HAM melaporkan sedikitnya 16 orang tewas selama sepekan kerusuhan di Iran, di tengah meluasnya Ketidaksetujuan akibat lonjakan Fluktuasi Harga Barang dan Jasa.

(ldy/sfr)


Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA