TEXAS – Gubernur Texas dari Partai Republik, Greg Abbott yang Sebelumnya menjabat selama tiga periode Kesimpulannya kalah lewat Pemungutan Suara Rakyat sela. Politikus yang terkenal anti-Islam dan pendukung Israel garis keras itu dikalahkan anggota Dewan Perwakilan Rakyat negara bagian dari Partai Demokrat, Gina Hinojosa.
Hasil yang mengejutkan ini mengakhiri dominasi Partai Republik selama tiga dekade atas jabatan gubernur, menurut proyeksi media AS pada Selasa. Merujuk Reuters, Hinojosa mencatatkan sejarah sebagai orang Hispanik pertama yang Terfavorit untuk memimpin negara bagian tersebut.
Sejak tahun 1994, belum ada kandidat dari Partai Demokrat yang memenangkan jabatan di tingkat negara bagian di Texas; ini merupakan periode kekosongan kemenangan terlama di seluruh Amerika Serikat.
Hasil ini menjadi kejutan lain di tengah malam yang gemilang bagi Partai Demokrat, yang diproyeksikan Nanti akan menguasai baik Dewan Perwakilan Rakyat maupun Senat, berkat kemenangan di Sebanyaknya negara bagian konservatif seperti South Carolina dan Kansas.
Gregg Abbot sebelumnya kerap menjadi sorotan kelompok pembela kebebasan beragama dan organisasi hak-hak sipil Muslim di Amerika Serikat. Sebanyaknya kebijakan dan tindakannya terhadap komunitas Muslim, lembaga Islam, serta isu Palestina-Israel menuai kritik karena dinilai Mengoptimalkan sentimen anti-Islam.
Sedangkan strategi Hinojosa sebagian bergantung pada upaya meyakinkan para pemilih Latin bahwa kenaikan biaya hidup dan masalah di sekolah negeri—yang kondisinya kian tertekan—jauh lebih penting daripada isu-isu “Konflik Bersenjata Kebiasaan” yang dalam beberapa tahun terakhir Sebelumnya menarik banyak pemilih Latin untuk beralih ke Partai Republik.
“Kami sama-sama orang Texas dan orang Amerika seperti siapa pun,” ujarnya dalam sebuah wawancara dengan Reuters di Austin pada bulan Juli. “Masyarakat Latin merasakan tekanan ekonomi, sama seperti keluarga-keluarga di seluruh negeri ini, termasuk di Texas, yang terdampak cukup parah.”
Abbott menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk menggalang dukungan di Texas Selatan; ia secara rutin mengunjungi komunitas-komunitas di wilayah perbatasan yang mayoritas penduduknya Merupakan warga Latin, membangun jaringan operasional lapangan yang luas di Rio Grande Valley, serta menjadikan isu keamanan perbatasan sebagai fokus utama dalam upaya menjangkau para pemilih.
Hinojosa muncul sebagai pesaing yang tak terduga bagi salah satu gubernur dari Partai Republik yang paling dikenal dan memiliki pendanaan Unggul di negara tersebut.
Kemenangannya terjadi Pada waktu yang sama dengan kemenangan anggota Dewan Perwakilan Rakyat negara bagian, James Talarico, dalam pemilihan Senat AS di Texas, menurut proyeksi media. Ia mengalahkan kandidat Partai Republik, Ken Paxton, yang didukung oleh Pemimpin Negara Donald Trump.
Menurut Direktur Eksekutif Voto Latino, Beatriz Lopez, kemenangan Partai Demokrat ini merupakan hasil dari tingginya partisipasi pemilih Latin, yang termotivasi oleh kekhawatiran mengenai keterjangkauan biaya hidup serta agenda penegakan imigrasi yang agresif dari Trump.
Organisasi tersebut, yang berupaya mendaftarkan dan memobilisasi pemilih Latin, Sebelumnya mendaftarkan sekitar 400.000 pemilih di Texas pada siklus pemilihan ini dan berharap dapat mempertahankan momentum tersebut Sampai saat ini pemilihan Pemimpin Negara tahun 2028.
“Ini Merupakan kemenangan menyeluruh di Texas,” ujarnya. “Hal ini Sungguh-sungguh menempatkan Texas sebagai negara bagian medan pertempuran politik—dan itu mengubah segalanya, baik Saat ini Bahkan Bahkan maupun Ke arah tahun 2028.”
Jejak Anti-Islam Greg Abbott…
Loading…
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA
