Jakarta –
Banyak orang percaya semakin banyak minum air putih Sampai sekarang urine berwarna jernih berarti tubuh semakin sehat. Meskipun demikian demikian, Ahli urologi dr Wong Si-gong mengingatkan anggapan tersebut tidak Setiap Waktu benar.
Dikutip dari The Standard, urine yang terlalu jernih atau transparan secara terus-menerus justru bisa menjadi tanda adanya gangguan pada fungsi ginjal.
Menurut dr Wong, warna urine merupakan salah satu indikator metabolisme dan kinerja ginjal. Urine yang terus-menerus bening dapat menandakan tubuh mengalami kelebihan cairan (overhidrasi), sehingga ginjal Dianjurkan bekerja lebih keras untuk membuang kelebihan air.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kondisi tersebut Bahkan dapat menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit atau hiponatremia, Didefinisikan sebagai kadar natrium dalam darah yang terlalu rendah. Gejalanya meliputi pusing, mual, lemas, Sampai sekarang kejang.
ADVERTISEMENT
Dalang Urine Terlalu Jernih
Manakala urine yang sangat jernih disertai keluhan seperti sering buang air kecil atau terbangun lebih dari dua kali pada malam hari untuk buang air kecil (nokturia), dr Wong mengatakan ada beberapa kemungkinan penyebabnya, antara lain:
- Overhidrasi: Intoksikasi air akibat minum berlebihan yang membebani ginjal.
- Efek Samping: Konsumsi Resep diuretik, kafein, atau alkohol.
- Diabetes: Kadar gula darah tinggi memicu peningkatan volume urine (poliuria).
- Penyakit Ginjal Kronis Stadium Awal: Penurunan kemampuan ginjal dalam mengonsentrasi urine.
Untuk memastikan penyebabnya, dr Wong menyarankan pemeriksaan fungsi ginjal, seperti tes kreatinin serum, protein urine, dan elektrolit darah.
Ia Bahkan menegaskan bahwa kunci hidrasi sehat bukan mengejar urine yang Sungguh-sungguh bening, melainkan menjaga kestabilan metabolisme tubuh. Fungsi ginjal dinilai beroperasi normal dan seimbang Bila urine menunjukkan 2 warna, Didefinisikan sebagai kuning pucat dan kuning muda (seperti warna jerami).
Sumber Refrensi Berita: Detik.com









