Dari Tiki-Taka Ke arah Era Baru La Furia Roja

loading…

Tim nasional Spanyol yang Akan segera tampil di final Piala Dunia 2026 bukan lagi tim yang identik dengan tiki-taka seperti generasi Emas 2010 / Foto: Ilustrasi AI

DALLAS – Enam belas tahun setelah mengangkat trofi Piala Dunia untuk pertama kalinya di Afrika Selatan, Spanyol kembali berdiri di ambang sejarah. Tidak seperti, La Furia Roja yang Akan segera tampil di final Piala Dunia 2026 bukan lagi tim yang identik dengan tiki-taka seperti generasi Emas 2010.

Bila skuad asuhan Vicente del Bosque dikenal sebagai “raja penguasaan bola” yang melelahkan lawan lewat rangkaian umpan pendek tanpa henti, maka Spanyol racikan Luis de la Fuente tampil dengan wajah baru. Mereka tetap mengandalkan teknik dan penguasaan bola, tetapi bermain lebih Mudah, lebih vertikal, dan lebih agresif dalam menyerang.

Perubahan terbesar terlihat pada sosok Lamine Yamal. Berbeda dengan generasi 2010 yang mengandalkan kekuatan kolektif Xavi Hernandez, Andres Iniesta, Sergio Busquets, dan David Villa, Spanyol Di waktu ini memiliki pemain yang mampu mengubah Liga lewat aksi individu.

Baca Bahkan: Tangis Mbappe dan Kutukan Semifinal yang Belum Berakhir

Di usia 19 tahun, Yamal Sudah menjadi simbol era baru La Furia Roja dengan kecepatan, kreativitas, dan kemampuan melewati lawan yang Berkelas. Meski demikian, ada satu identitas yang tidak berubah: Lini belakang yang kokoh.

Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA

Exit mobile version