loading…
Seorang pria duduk di tepi pantai sementara sebuah kapal berlabuh di dalam Pelabuhan Sultan Qaboos, di tengah konflik antara AS dan Israel dengan Iran, di Muscat, Oman, 20 Maret 2026. FOTO/Reuters
“Transit LNG melalui Selat Hormuz meningkat pada paruh kedua September dan Bila tren ini berlanjut Sampai sekarang Oktober, kita dapat melihat transit bulanan penuh pulih Sampai sekarang 25% dari level sebelum Pertempuran,” kata analis senior S&P Global Eric Yep seperti dikutip dari Reuters, Jumat (2/10/2026).
Baca Bahkan: 3 Kapal Tanker Terkait UEA Diserang, Iran Peringatkan Transit Selat Hormuz Tanpa Izin
Jumlah tersebut meningkat dibandingkan 15 kargo pada Juni, ketika kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran mulai berlaku. Sementara itu, data perusahaan analitik Kpler menunjukkan jumlah kargo LNG yang keluar melalui Selat Hormuz pada September mencapai 21, Bahkan meningkat dari 15 kargo pada Juni.
Sebanyaknya kapal LNG yang terkait dengan QatarEnergy, baik dalam kondisi membawa muatan maupun tanpa muatan, kembali melintasi selat tersebut dalam beberapa pekan terakhir meski konflik masih berlangsung. Data pelacakan kapal Kpler dan LSEG menunjukkan tiga kapal LNG dari terminal Produk Ekspor Ras Laffan Qatar kembali terpantau berada di luar Selat Hormuz pada pekan ini.
Dua di antaranya, Dengan kata lain kapal Al Kharaitiyat dan Al Gharrafa yang terkait dengan QatarEnergy, sempat menghilang dari sistem pelacakan saat berada di dalam selat sebelum kembali terdeteksi di lepas pantai barat India. Kapal ketiga, Milaha Qatar yang dikelola Pronav Ship Management dari Jerman, Bahkan terakhir terlihat di dalam selat pada pertengahan Sampai sekarang akhir September sebelum muncul kembali di sebelah barat India dan kemudian menurunkan muatannya di Pelabuhan Hazira.
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA











