Pipa Minyak Saudi Diserang | Republika Online



Citra satelit menunjukkan asap membubung dari fasilitas pengolahan minyak Saudi di Kilang Jazan.


REPUBLIKA.CO.ID, Sekretaris Jenderal Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) Jasem Mohamed Albudaiwi, Jumat (11/9) mengecam keras serangan drone yang menargetkan East-West Pipeline milik Arab Saudi di wilayah Riyadh dan Madinah.

Riyadh menyatakan serangan tersebut berasal dari Irak dan menyebabkan Sebanyaknya orang terluka serta kerusakan pada Sebanyaknya fasilitas.

Albudaiwi mengatakan serangan itu merupakan eskalasi berbahaya dan ancaman yang tidak dapat diterima terhadap keamanan Kerajaan Arab Saudi, integritas wilayah, serta fasilitas vital lainnya.

Ia Bahkan menyebut serangan tersebut sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap prinsip-prinsip hukum internasional.

Albudaiwi mendesak Irak untuk Mengoptimalkan upaya dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan dan tegas guna mencegah wilayahnya digunakan sebagai tempat peluncuran serangan semacam itu.

Dirinya kembali menegaskan solidaritas penuh dan teguh GCC terhadap Arab Saudi. Ia Bahkan menyatakan dukungan penuh terhadap seluruh langkah dan tindakan yang diambil Riyadh untuk melindungi keamanan, stabilitas, integritas wilayah, fasilitas, warga negara, dan penduduknya.

Arab Saudi sebelumnya pada Jumat mengatakan Sebelumnya menghentikan sementara operasi East-West Pipeline sebagai tindakan pencegahan setelah Sebanyaknya drone menyerang jalur pipa minyak tersebut di wilayah Riyadh dan Madinah pada Kamis pagi.

Kementerian Energi Arab Saudi mengatakan Sebanyaknya orang terluka dan Sebelumnya mendapatkan perawatan medis. Serangan tersebut Bahkan menyebabkan kerusakan pada jalur pipa. Tim darurat dan teknis dikerahkan untuk mengamankan fasilitas dan menilai kondisinya.

Kementerian Luar Negeri Arab Saudi mengatakan drone-drone tersebut berasal dari Irak.

Riyadh menyatakan memutuskan untuk tidak melakukan pembalasan “pada tahap ini” setelah Perdana Menteri Irak meminta Arab Saudi memberi kesempatan kepada Baghdad untuk mengambil langkah-langkah guna mencegah serangan lebih lanjut yang dilancarkan dari wilayah Irak.

Arab Saudi mengatakan Membantu upaya Baghdad, tetapi tetap mempertahankan hak untuk mengambil seluruh langkah yang diperlukan guna melindungi kedaulatan, keamanan, dan infrastrukturnya.

Sedangkan Irak mengecam serangan tersebut dan menyatakan wilayah serta ruang udaranya tidak Berencana menjadi titik peluncuran serangan terhadap negara mana pun.

Perdana Menteri Irak Ali al-Zaidi, yang Bahkan merupakan panglima tertinggi angkatan bersenjata negara tersebut, memerintahkan penyelidikan atas serangan itu serta mengarahkan otoritas untuk mengambil tindakan hukum terhadap siapa pun yang terbukti terlibat.




Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA