Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyampaikan pidato di Knesset, parlemen Israel, di Yerusalem, 2 Februari 2026.
REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV — Sekitar 10 hari sebelum serangan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober 2023, pemimpin Uni Emirat Arab Mohammed Bin Zayed (MBZ) disebut Sudah memberitatahu ke Perdana Menteri Benjamin Netanyahu secara pribadi tentang rencana Hamas itu.
MBZ menyebut Hamas Pada Di waktu ini sedang merencanakan serangan besar-besaran terhadap Israel. Justru, menurut laporan Haaretz, Netanyahu tidak menyampaikan informasi tersebut kepada para petinggi keamanan Israel dan tidak mengambil tindakan apa pun.
Laporan tersebut mengutip sebuah buku baru berjudul “Kidnapped: 843 Days of Abandonment” karya jurnalis Shlomi Eldar dan Ruth Yuval, yang disusun Sesuai aturan wawancara dengan puluhan narasumber, termasuk pejabat senior di Israel dan berbagai belahan dunia.
Buku itu menyebutkan bahwa tiga pejabat tinggi asing Sudah diberi informasi mengenai isi percakapan telepon berdurasi 45 menit yang berlangsung pada akhir September tersebut. Laporan itu Bahkan mengutip seorang penasihat Mohammed bin Zayed yang mengetahui langsung perihal percakapan tersebut.
Laporan tersebut menyebutkan bahwa pengetahuan MBZ mengenai ancaman Hamas berasal dari Sinwar.
Pada pertengahan 2023, Sinwar merasa frustrasi akibat macetnya Perundingan pertukaran tahanan dengan Israel. Saat itu Hamas menahan beberapa warga Israel yang masuk ke Gaza atas kemauan sendiri, serta jenazah dua tentara.
Ia Bahkan Sudah berulang kali memperingatkan seorang pejabat senior Fatah Supaya bisa menyampaikan kepada pihak Israel mengenai konsekuensi yang Nanti akan terjadi Bila kesepakatan tidak segera ditindaklanjuti.
“Katakan kepada pihak Israel, Bila mereka tidak melangkah maju, saya Pada Di waktu ini sedang menyiapkan kejutan besar bagi mereka,” demikian kutipan ucapan Sinwar dalam sebuah percakapan. “Katakan pada mereka untuk bersiap menghadapi gempa bumi.”
Loading…
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA











