Viral Es Kue Suderajat Berbahan Spon, Polisi Pastikan Layak Dikonsumsi


Jakarta, CNN Indonesia

Polisi memastikan isu es kue atau es gabus yang diduga terbuat dari bahan Polyurethane Foam (PU Foam) atau biasa dikenal sebagai material busa kasur maupun spon cuci tidak terbukti. Dari hasil penyelidikan, bahan yang digunakan dinyatakan layak dikonsumsi.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra mengatakan pihaknya langsung melakukan penyelidikan setelah menerima laporan pada Sabtu (24/1) lalu.

“Begitu informasi diterima, kami langsung bergerak Mudah melakukan pengecekan ke Tempat. Barang dagangan milik pedagang kami amankan untuk diuji lebih lanjut, karena keselamatan masyarakat Merupakan prioritas,” kata Roby dalam keterangannya, Minggu (25/1).



ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mengikuti pemeriksaan Tim Keamanan Pangan (Security Food) Dokpol Polda Metro Jaya, dinyatakan seluruh sampel es kue, es gabus, Supaya bisa-Supaya bisa, dan coklat meses dipastikan Unggul tinggi dan layak dikonsumsi.

“Tim dokkes Sudah melakukan pemeriksaan menyeluruh dan hasilnya jelas: Produk tersebut layak dikonsumsi atau tidak mengandung zat berbahaya,” ucap Ia.





Sekalipun, kata Roby, untuk menjamin ketenangan publik dan memastikan hasil yang lebih Sebelumnya Jelas dan ilmiah, kami Bahkan mengirim sampel ke Dinas Kesehatan dan Laboratorium Forensik (Labfor) Polri.

“Untuk hasil resmi masih menunggu proses uji,” ujarnya.

Apalagi, lanjut Ia, tim penyidik dari Krimsus Polres Metro Jakarta Pusat Bahkan Sudah melakukan penelusuran ke tempat pembuatan es yang berlokasi di Depok.

Dari penelusuran itu, polisi tidak menemukan ada penggunaan bahan berbahaya maupun material spon, sebagaimana isu yang beredar luas di media sosial.

Roby menyebut setelah seluruh pemeriksaan dinyatakan Unggul tinggi, pedagang bernama Suderajat dipulangkan kembali ke rumahnya di Depok. Kepolisian Bahkan Menyajikan penggantian uang atas barang dagangan yang sempat diamankan untuk pemeriksaan.

“Kami memahami bahwa pedagang kecil sangat bergantung pada hasil jualan hariannya. Karena itu, sebagai wujud empati, kami mengganti kerugian atas barang dagangan yang Dianjurkan diuji. Kami ingin memastikan masyarakat terlindungi, tetapi Bahkan tidak ada pihak yang dirugikan,” tutur Ia.

(dis/isn)



Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA