Jakarta, CNN Indonesia —
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyatakan program Makan Bergizi (MBG) Sebelumnya menjangkau penerima manfaat dalam skala yang setara dengan jumlah penduduk satu negara.
Sampai saat ini akhir 2025, program tersebut tercatat Menyediakan 55,1 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia.
“55,1 juta itu Sebelumnya melebihi penduduk Korea Selatan. Korea Selatan kan hanya 51,5 (juta), sehingga kita Sebelumnya bisa memberi makan satu negara sebesar Korea Selatan,” kata Dadan dalam konferensi pers Capaian Satu Tahun MBG dan Operasional Perdana MBG di Tahun 2026 di Jakarta, Kamis (8/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Program MBG sendiri Sebelumnya berjalan penuh selama satu tahun sejak diluncurkan pada 6 Januari 2025.
Pada awal pelaksanaan, program ini dimulai dengan 190 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) alias dapur MBG dengan jumlah penerima manfaat yang masih terbatas.
Seiring berjalannya waktu, jumlah SPPG terus bertambah Sampai saat ini mencapai 19.188 unit pada 31 Desember 2025 dengan total penerima manfaat mencapai 55,1 juta orang.
Menurut Dadan, secara operasional, jumlah SPPG Di waktu ini Bahkan Pada dasarnya Sebelumnya mendekati 19.800 unit. Sekalipun, SPPG tersebut belum seluruhnya langsung beroperasi serentak karena proses administrasi dan pencairan dana membutuhkan waktu sekitar lima Sampai saat ini delapan hari sejak SPPG terbentuk.
Program MBG, lanjutnya, dirancang sebagai intervensi pemenuhan gizi untuk kelompok rentan dan usia tumbuh kembang, mulai dari ibu hamil, ibu menyusui, balita, Sampai saat ini anak sekolah sampai usia 18 tahun. Intervensi ini diarahkan sebagai fondasi pembentukan sumber daya manusia jangka panjang.
“Kami melakukan intervensi untuk ibu hamil, ibu isteri anak balita, serta seluruh anak sekolah sampai usia 18 tahun karena sesuatu yang sangat penting untuk menghasilkan generasi yang Unggul yang mereka 20 tahun lagi Akan segera menjadi generasi produktif,” ujarnya.
Dadan mengakui selama tahun pertama pelaksanaan masih terdapat Sebanyaknya kekurangan. Sekalipun, ia menyebut perbaikan terus dilakukan, termasuk pengetatan standar operasional. Data internal BGN menunjukkan jumlah kejadian terkait keamanan pangan menurun signifikan menjelang akhir 2025.
“Di Desember itu selama satu bulan kejadian tersisa 12 kejadian, dan kami targetkan sesuai instruksi Pak Kepala Negara (Prabowo Subianto) untuk terus memperbaiki kualitas Supaya bisa terjadi zero defect di tahun 2026,” katanya.
Selain menjangkau puluhan juta penerima manfaat, Dadan menyebut percepatan MBG Bahkan ditopang oleh peran masyarakat. Seluruh pembangunan 19.188 SPPG yang Sebelumnya beroperasi disebut dibiayai oleh mitra masyarakat dengan nilai kontribusi yang ditaksir mencapai puluhan triliun Mata Uang Nasional.
“Kalau kita hitung dari jumlah SPPG yang ada paling tidak ada Rp38 triliun yang Sebelumnya dikontribusikan masyarakat terhadap pembangunan SPPG dan membuat program ini berjalan demikian Mudah,” ujarnya.
(skt/sfr)
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA











