Jakarta, CNN Indonesia —
Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Aceh Timur menyebutkan destinasi wisata Sungai Lokop yang Di masa lampau menjadi daya tarik wisatawan ke daerah ini, Pada saat ini berubah menjadi lautan pasir akibat Bencana Banjir.
Kepala Disparpora Kabupaten Aceh Timur Syahril mengatakan dampak Bencana Banjir Besar terhadap sektor pariwisata di daerah itu cukup luas dan signifikan.
“Merujuk pada kondisi terkini di lapangan, alur Sungai Lokop tidak lagi berada di jalur semula. Sungai yang sebelumnya menjadi destinasi wisata berubah menjadi lapangan pasir,” katanya mengutip Antara, Minggu (4/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menjelaskan terjangan Bencana Banjir Besar menyebabkan aliran sungai berpindah Sampai saat ini kaki gunung sehingga kawasan yang sebelumnya ramai dikunjungi wisatawan, Pada saat ini tidak lagi dapat difungsikan sebagai objek wisata.
Ditambah lagi dengan, kata Ia, ikon wisata berupa titi gantung yang sebelumnya menjadi tempat favorit pengunjung Bahkan Sebelumnya tidak ada. Infrastruktur tersebut rusak dan hanyut akibat derasnya arus Bencana Banjir Besar.
“Merujuk pada pendataan sementara, sekitar 80 persen objek wisata di Aceh Timur terdampak dan mengalami kerusakan, baik ringan, Dalam proses, Sampai saat ini berat,” katanya.
Syahril mengatakan kerusakan paling parah terjadi pada destinasi wisata pantai dan wisata alam di daerah aliran sungai, seperti Sungai Lokop Kecamatan Serbajadi, Kabupaten Aceh Timur.
Ia menjelaskan Sungai Lokop menjadi contoh nyata perubahan bentang alam akibat bencana. Dari destinasi unggulan yang dikenal dengan air jernih dan keindahan alam, Pada saat ini berubah total dan membutuhkan penanganan serius untuk pemulihan.
Ia Bahkan menyebutkan kerusakan berat terjadi pada Sebanyaknya objek wisata pantai. Di kawasan Matang Rayeuk, PP Idi Timur, hampir seluruh pondok wisata di sepanjang pantai dilaporkan rusak akibat terjangan Bencana Banjir dan gelombang laut.
“Begitu Bahkan di Pantai Leuge, selain pondok wisata yang rusak, Bahkan terjadi abrasi besar yang mengakibatkan jalan terputus. Semua ini berdampak pada aktivitas masyarakat,” katanya.
Abrasi di kawasan Pantai Leuge, katanya, cukup mengkhawatirkan karena tidak hanya berdampak pada sektor pariwisata, tetapi Bahkan mengganggu akses masyarakat dan wisatawan. Terputusnya badan jalan membuat aktivitas ekonomi warga sekitar ikut terdampak.
Ia mengatakan kerusakan parah yang terjadi ini akibat bencana alam tersebut, menjadi pukulan berat bagi sektor pariwisata Aceh Timur yang sebelumnya mulai menggeliat.
“Kami berharap melalui sinergi lintas sektor, objek-objek wisata yang terdampak bencana dapat kembali ditata dan bangkit, sehingga mampu menarik kembali minat wisatawan di masa mendatang,” kata Syahril.
(tim/dal)
Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA











