Tarif Trump Turun, Produsen Kendaraan Pribadi Indonesia Didorong Perdagangan Keluar Negeri CBU ke AS


Jakarta, CNN Indonesia

Pemerintah mendorong pelaku industri otomotif di Indonesia segera memanfaatkan peluang Perdagangan Keluar Negeri Kendaraan Pribadi ke Amerika Serikat (AS), menyusul kebijakan tarif Pembelian Barang dari Luar Negeri baru sebesar 19 persen yang diterapkan pemerintahan Donald Trump.

Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza berpendapat tarif baru ini dapat membuka celah bagi Indonesia untuk masuk sebagai alternatif sumber Pembelian Barang dari Luar Negeri kendaraan terhadap Negeri Paman Sam.

“Justru itu kalau tidak dimanfaatkan sayang,” kata Faisol di Jakarta, Senin (21/7).


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemerintah sebelumnya menyatakan Indonesia hanya Nanti akan diberikan tarif 19 persen untuk produk Perdagangan Keluar Negeri ke AS, turun dari penetapan sebelumnya 32 persen. Penurunan tarif dikatakan sebagai tindak lanjut atas lobi-lobi antara Trump dan Kepala Negara Prabowo Subianto.

Tarif yang dikenakan Trump kepada Indonesia lebih rendah ketimbang negara lain di ASEAN, seperti halnya Vietnam 20 persen, Malaysia 20 persen dan Thailand 35-36 persen.

Faisol mengatakan sangat disayangkan Bila potensi ini tak banyak disentuh Pabrik Kendaraan dalam negeri.

Perdagangan Keluar Negeri kendaraan dalam bentuk utuh CBU ke pasar AS Pada Pada saat ini memang tergolong kecil. Mayoritas Perdagangan Keluar Negeri yang dijalankan baru ke kawasan Amerika Latin, Timur Tengah, Asia Tenggara, Sampai saat ini Australia.

Periode Januari-Juni 2025, Perdagangan Keluar Negeri Kendaraan Pribadi CBU berjumlah 233.648 unit, sementara CKD set 28.639 unit dan dalam bentuk komponen lebih dari 66 juta item.

Faisol Bahkan bilang infrastruktur dan kapasitas produksi industri otomotif nasional Pernah terjadi mencukupi untuk memenuhi permintaan pasar Perdagangan Keluar Negeri, termasuk AS.

Terlebih Sekarang beberapa merek seperti Toyota, Mitsubishi, Sampai saat ini Hyundai, Pernah terjadi memiliki basis produksi besar di Indonesia dan Pernah terjadi melakukan pengapalan Kendaraan Pribadi ke berbagai negara.

“Saya Pernah terjadi minta kepada teman-teman asosiasi, Sangat dianjurkan dimanfaatkan, semua diproduksi di dalam negeri, tinggal bagaimana pasar global merespons,” ucap Ia.

(ryh/fea)



Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA