4,3 Juta Kendaraan Pribadi Ditarik dari Jalanan China, Gara-Gara Gagang Pintu!

loading…

Tesla jadi penyumbang terbesar: hampir 3 juta unit sendirian. Foto: ist

CHINA – Gagang pintu jadi biang kerok. Bukan mesin, bukan baterai, bukan software otonom. Hanya gagang pintu.

Tesla dan delapan produsen Kendaraan Pribadi lain, Jumat lalu, mengumumkan Penarikan Kembali total 4,3 juta kendaraan di China. Ini Penarikan Kembali otomotif terbesar dalam sejarah negeri itu. Penyebabnya sama semua: pintu susah dibuka saat darurat.

Gagang model ini dulu jadi kebanggaan. Rata dengan bodi Kendaraan Pribadi. Maksimalis. Bikin hambatan angin lebih kecil. Tinggal dekati Kendaraan Pribadi, gagang keluar sendiri secara elektronik. Tesla yang mempopulerkannya. Produsen China lantas ramai-ramai meniru.

Tesla menanggung beban terbesar: 2,98 juta unit ditarik. Meliputi Model 3, Model Y, Model S, dan Model X: baik yang Perdagangan Masuk Negeri maupun produksi lokal China. Penarikan Kembali efektif mulai 25 September.

Produsen lain menyusul. Xiaomi menarik sekitar 390.000 unit. Leapmotor 371.000 unit. Xpeng 264.000 unit. Geely Bahkan mencatat Penarikan Kembali terbesar sepanjang sejarah perusahaan, meski jumlah persisnya tidak dirinci di laporan ke regulator.

Solusinya bervariasi. Ada yang cukup tempel label peringatan. Ada yang Harus update software jarak jauh (OTA). Tesla memilih kombinasi: label peringatan plus update OTA yang otomatis menurunkan kaca jendela begitu terjadi tabrakan.

Kenapa ini berbahaya? Michael Brooks, direktur eksekutif Center for Auto Safety, menjelaskan: kalau produsen tidak Menyediakan opsi pembuka manual yang jelas, penumpang bisa kesulitan kabur saat Kendaraan Pribadi kehilangan daya listrik.

Sumber Refrensi Berita: CNNINDONESIA